Menemaninya Berhayal

Semua anak pasti pernah berimajinasi. Bahkan berimajinasi atau berhayal bisa jadi salah satu permainan favorit untuk anak-anak. Contohnya seperti Nala, anak ketiga saya yang berusia 3 tahun. Kalau sudah mulai berhayal, Nala sangat menghayati perannya. Kadang seharian dia merasa menjadi ibu dirumah. Kadang ia berperan sebagai kakak, adik  bahkan tante. Mulai dari tertawa geli, sampai terbersit rasa khawatir karena melihat Nala berhayal terus. Mungkin banyak juga mama-papa, ayah-bunda yang punya pengalaman yang sama. Setelah saya cari tahu kesana kemari, ternyata kita nggak perlu hawatir. Bermain peran dengan berhayal seperti itu justru memberikan manfaat untuk anak.

Dengan berhayal dan bermain peran anak dapat mengembangkan daya imajinasinya. Dalam dunia imajinasinya, anak-anak bisa menggebrak batasan-batasan yang tidak mungkin atau mustahil terjadi pada dunia nyata, dan semua menjadi mungkin di dunia hayalnya. Aktifitas seperti ini bukan hanya bisa merangsang perkembangan otaknya, tapi juga baik untuk kreatifitasnya. Kita bisa memberikan reaksi positif terhadap hayalannya agar anak menjadi lebih percaya diri untuk  berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Out of the box!

Selain itu, bermain peran juga bisa meningkatkan kemampuan berbahasa lho! Saat si kecil berperan menjadi orang lain, otomatis ia akan meniru cara bertutur kata orang tersebut. Misalnya saat Nala menjadi kasir, ia menggunakan kalimat-kalimat yang jarang ia gunakan sehari-hari. “Selamat siang bu, saya hitung belanjaannya ya.”. Selain itu, Nala juga menambah perbendaharaan kata yang baru. Saat bermain peran menjadi kasir, Nala akhirnya tahu bahwa koin adalah uang yang berbentuk bundar dan terbuat dari logam.

Apabila si kecil mengajak kita bermain peran sambil berhayal, jangan malas dan buru-buru menolaknya. Karena sesungguhnya ini adalah kesempatan besar untuk memberikan banyak informasi kepada si kecil. Misalnya saat ia sedang berperan menjadi ibu, ajaklah ia memandikan boneka yang ia anggap anaknya itu, sambil memberikan informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan. Sambil bermain, si kecil juga bisa melihat pentingnya kebersihan dari sudut pandang seorang ibu. Atau kita bisa membuat cerita tentang bonekanya yang sedang sakit, tidak mau makan atau malas bangun pagi. Sehingga kita bisa menyampaikan pesan-pesan dibalik cerita yang dimainkan hari itu.

Dengan cara ini, akan terbangun empati pada si kecil. Karena ia bisa melihat berbagai masalah dari berbagai sudut pandang. Anak jadi tahu bagaimana melihat banyak kondisi dari sudut pandang seorang ibu, kakak, asisten rumah tangga, bahkan pelayan masyarakat. Wah, ternyata hanya dengan bermain peran saja, anak bisa kaya informasi. Apalagi kalau kita ikut mendampingi. Karena itu, yuk masuk kedalam dunia hayalan bersama dengan anak, dan rasakan keajaibannya….

You are here: Home Kids Health Menemaninya Berhayal