Pengasuh Baru, Cerita Baru

Topik yang paling hot karena paling banyak diperbincangkan di berbagai social media juga di berbagai acara halal bilhalal adalah pengasuh yang nggak kembali lagi setelah mudik. Mulai lagi deh drama mencari pengasuh baru disertai drama selanjutnya yaitu: Masa adaptasi si kecil dengan mbak  barunya! Banyak ibu mengeluh karena si kecil yang belum mau ditinggal bersama pengasuhnya padahal masa cuti kerja sudah selesai. Jangankan orang tua bekerja, ‘stay at home mom’ juga bisa jadi pusing juga karena masalah ini. Karena ada beberapa anak yang jadi rewel, sulit makan hingga sakit-sakitan semenjak ditinggal oleh pengasuhnya. Gimana nggak pusing coba? Hehehe…

Setiap tahun, setidaknya setiap habis lebaran, kita memang perlu mempersiapkan mental untuk menghadapi situasi seperti ini. Misalnya, kita sebagai orang tua perlu tau bahwa beberapa anak memang nggak mudah dekat dengan orang baru. Butuh waktu yang terkadang nggak sebentar untuk anak agar bisa dekat dengan pengasuh barunya. Kondisi seperti ini pastinya menjadi serba sulit untuk seorang ibu bekerja. Karena memang anak perlu seseorang yang ia kenal dekat dan menjaminkan rasa aman saat menjalankan proses beradaptasi dengan pengasuh barunya. 

Untuk ibu bekerja, bisa meminta bantuan kepada orang tua ataupun keluarga terdekat untuk membantu mengawasi si kecil yang masih dalam masa adaptasi dengan pengasuh barunya. Tapi apabila tidak ada keluarga yang bisa membantu, memang baiknya ibu dan ayah mengambil cuti secara bergantian sampai si kecil siap ditinggalkan. Orang tua memang perlu melakukan berbagai cara agar bisa mendampingi si kecil di masa-masa sulit mereka seperti saat ini. Memaksa anak agar cepat dekat dengan pengasuh barunya biasanya hanya memperburuk keadaan. Pemaksaan ini seringkali justru membuat si kecil merasa cemas dan takut. 

Ketika si kecil merasa cemas dan takut biarkan anak mengekspresikan rasa tidak nyamannya. Kemungkinan si kecil menjadi lebih rewel dari sebelumnya. Biarkan ia mengekspresikan kecemasannya. Sediakan saja hati kita agar si kecil tahu kita selalu ada untuknya. Tapi nggak perlu bersikap berlebihan juga, seperti membelikan permen setiap ia rewel. Apabila kita bersikap berlebihan, anak akan memanfaatkan momen ini. Bisa-bisa ia menjadi terus menerus rewel walau cemasnya sudah hilang, agar kita terus memanjakannya. 

Walaupun situasinya terlihat sangat sulit untuk si kecil, kita nggak perlu merasa kasihan, atau terlebih lagi merasa bersalah. Justru anak belajar banyak sekali dari situasi ini. Mulai dari belajar menghadapi kesulitan, belajar beradaptasi dengan hal baru, juga belajar menghadapi perubahan. Dan ini kesempatan bagi kita, orang tuanya, untuk membantu anak menghadapi ini dengan cara yang positif. Dalam mendampingi anak menghadapi perubahan, sebisa mungkin jangan menambah perubahan baru yang lain yaaa... Biarkan si kecil dengan rutinitas yang membuatnya nyaman. Jangan lupa setelah segalanya membaik, berikan apresiasi kepada anak agar ia tahu bahwa ia mampu beradaptasi dengan baik, dan berhasil melalui sebuah situasi walaupun rasanya sulit.

You are here: Home Kids Health Pengasuh Baru, Cerita Baru