Si Kecil Takut Bertemu Orang Baru.

Lebaran adalah momen yang paling ditunggu-tunggu untuk berkumpul dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Untuk kita, mungkin bertemu dengan banyak orang disaat lebaran adalah kebahagiaan. Namun bagi sebagian ibu, momen ini adalah momen yang menggemaskan, apalagi saat melihat si kecil yang manis dan lucu tiba-tiba berubah menjadi rewel ketika bertemu dengan banyak orang. Nggak perlu terlalu cemas, apalagi buru-buru mencap si kecil tidak bisa bergaul dengan orang lain ya parents. Untuk anak balita, terutama bagi si kecil yang berusia dibawah 2 tahun, sangat wajar ketika merasa sangat takut ketika bertemu dengan wajah-wajah yang asing baginya. Ini adalah normal, dan bahkan memang bagian dari perkembangan si kecil yang tidak dapat dihindari.

Biasanya anak semakin rewel karena ketakutan atau tidak nyaman ketika menjadi pusat perhatian dari wajah-wajah yang tak dikenalnya. Ada yang ingin menggendong, gemas mencubit atau bahkan mencium pipinya membuat rewelnya semakin menjadi-jadi dan membuat si balita semakin nempel sama kita. Apabila ini terjadi, kita nggak perlu memaksa si kecil untuk dapat bergaul sedini mungkin. Memaksa anak untuk mau dengan orang baru justru akan membuat anak semakin takut. Sebaliknya, kita perlu berperan sebagai pelindung yang dapat menghangatkan hatinya ketika ketakutannya semakin menjadi. Orang tua wajib memberikan rasa aman saat si kecil menghadapi hal ini. Agak capek sedikit sih, tapi memang pada momen ini anak  butuh lebih banyak pelukan dari kita. Dan jangan lupa yakinkan si kecil bahwa kita akan selalu ada disampingnya.

Tantangannya adalah, ketika om tante, kakek nenek yang akhirnya kecewa karena nggak bisa dekat-dekat dengan si kecil yang sedang lucu-lucunya. Sudah membayangkan wajah si kecil yang lucu sejak beberapa hari sebelum bertemu, eh pas ketemu langsung ditolak mentah-mentah, hehehe… Nah, kita perlu mempersiapkan kalimat-kalimat manis untuk menjelaskan bahwa si kecil memang nggak mudah menghadapi orang baru. Jelaskan juga bahwa saat si kecil berontak ketika didekati adalah hal yang wajar, dan ajak mereka untuk bersabar menunggu sampai si kecil terlihat lebih tenang untuk mencoba mendekatinya lagi. Beritahukan juga pada para kerabat teknik-teknik berkenalan dengan anak kita untuk mengurangi ketakutan anak, “Tos aja deh om, kalau dicium adek masih takut.”.

Eh, jangan kaget juga ya parents kalau si kecil nekad memukul ketika ada yang dengan agresif mendekatinya. Sebenarnya ini adalah reaksi yang baik, Karena tandanya ia sedang  berusaha melindungi dirinya sendiri. Orang tua juga perlu mengajarkan agar tidak pasrah begitu saja dengan wajah-wajah asing. Karena sesungguhnya kan nggak semua orang asing akan bersikap baik pada anak. Tapi pelan-pelan ajarkan anak untuk menggunakan cara yang lebih sopan, dengan bicara misalnya, “Nggak papa, bilang aja dek kalau adek nggak mau dicium. Maunya salaman aja."

Tapi walaupun si kecil nggak begitu nyaman bertemu dengan orang baru, tetap biasakan ia berada dalam situasi seperti itu. Misalnya dengan mengajaknya saat berbelanja. Kita bisa mengajaknya untuk berkenalan dengan petugas yang bertugas disekitar situ. Menyapa pak satpam, atau bertanya kepada penjaga toko. Kita bisa menggunakan tiap kesempatan untuk pelan-pelan mengajaknya belajar berkenalan dengan orang baru. Di usia batita, semestinya ketakutan terhadap orang asing sudah mulai sedikit berkurang. Apalagi bila orang tua rajin menstimulasi dengan cara-cara yang tepat. Lama-lama si kecil akan punya cukup pengalaman untuk menyadari bahwa nggak semua orang asing yang belum begitu dikenalnya adalah ancaman baginya. So, selamat lebaran parents!

You are here: Home Kids Health Si Kecil Takut Bertemu Orang Baru.