7 Cara Menyapih Anak untuk Para Ibu Menyusui

Kali ini saya mau menyapa para ibu yang sedang menyusui, salah satu cerita paling manis dan menantang selama perjalanan menjadi seorang ibu. Hal ini karena menyusui bukan hanya sekedar tentang memenuhi nutrisi buah hati, tapi juga tentang kisah romantis yang mengawali kedekatan emosi antara ibu dan Si Kecil.

Makanya, saat tiba waktunya menyapih, nggak sedikit yang patah hati. Bukan hanya Si Kecil yang patah hati, tapi ibunya juga merasakan hal yang sama. Logika terus pasang alarm karena Si Kecil sudah memasuki waktu berhenti menyusu, tapi hati nggak tega melihat si kecil yang rewel karena kangen mendekap dada ibunya. Untuk ibu yang masih bingung, nih beberapa langkah untuk menyapih Si Kecil.

1. Sebelum mulai menyapih, kompakin dulu KEPALA dan HATI

cara menyapih anak

Proses menyapih akan semakin berat kalau logika kita yang ingin si kecil berhenti menyusu masih nggak kompak sama hati yang masih kasihan sama si kecil. Jurus apapun yang disiapkan pasti akan  terus mental kalau kondisi ibu masih galau macam ABG yang baru putus cinta, hihihi.

2. Rubah mindset!

cara menyapih anak

Karena walaupun saat menyusui adalah masa penuh romatika antara ibu dan Si Kecil, berhenti menyusui bukan berarti bonding antara ibu dan bayi terputus, kok. Ini hanya sebuah tahapan dimana orang tua mengajak anaknya mulai belajar hal baru. Setelah selesai menyusui, jalinan kasih sayang antara ibu dan Si Kecil masih bisa terjalin, bahkan semakin kuat.

3. Perkirakan perilaku anak

cara menyapih anak

Sambil menunggu kepala sama hati kompak, mulai perkirakan perilaku apa yang akan muncul saat si kecil dalam proses menyapih. Karena kemungkinan si kecil akan tantrum alias nangis, rewel, mungkin juga ngamuk saat melalui proses tersebut. Siapkan diri untuk melalui episode penuh drama.

4. Tentukan kapan target Si Kecil akan disapih

cara menyapih anak

Misalnya 24 bulan (tentu saja tiap ibu boleh memasang target yang berbeda-beda). Nah, 3 sampai 6 bulan sebelumnya mulai deh ceritakan bahwa kakak dan anak besar yang sudah umur 2 tahun udah nggak nenen lagi, tapi minum air putih, jus, atau teh manis pakai gelas. Seperti mama, papa, juga kakak-kakak besar lainnya. Jadi, setelah ulang tahun, tiup lilin, dan buka kado, Si Kecil mulai jadi kakak yang minumnya pakai gelas. Ini akan sangat membantu mengingat pada usia ini Si Kecil mulai masuk pada fase ‘sok gede', di mana menjadi kakak atau menjadi anak besar adalah keinginannya.

5. Perlahan kurangi kebiasaan menyusunya

cara menyapih anak

Semenjak Si kecil mulai makan makanan padat, sesungguhnya asupan gizinya sudah mulai terpenuhi dari makanannya. Jadi, apabila sebelumnya mereka bisa menyusu kapan saja, 3 bulan sebelum waktu menyapih bikin kesepakatan dengannya hanya boleh menyusu saat di kamar saja, misalnya. Ganti kegiatan menyusunya dengan kegiatan makan buah atau bermain dan bercanda. Jangan menawarkan Si Kecil menyusu lagi, supaya perlahan kegiatan menyusu menjadi semakin jarang.

6. Tetapkan hati

cara menyapih anak

Nah, saat tiba waktunya menyapih, saatnya juga menetapkan hati. Pastikan kita udah nggak galau lagi, karena konsisten adalah kunci sukses dalam menyapih. Si Kecil bisa merasakan kegalauan hati ibu lho, dan bisa semakin rewel gara-gara ’nyetrum’ perasaan ibunya yang galau. Ingatkan bahwa setelah tiup lilin dan buka kado, mereka mulai jadi anak besar yang minumnya pakai gelas.

7. Bersiap menghadapi anak tantrum atau emosi

cara menyapih anak

Terus gimana kalau Si Kecil tantrum? Ketika anak tantrum, bisa jadi memang anak sedang emosi. Emosi adalah perasaan batin sebagai wujud dari kegembiraan, kesedihan, kesal, marah, galau, dan lain sebagainya. Emosi adalah aktifitas merasa, yang sifatnya spontan dan diluar kesadaran. Apabila perilaku anak berdasarkan emosi, perlu difasilitasi tapi secara pasif. Kayak apa tuh fasilitasi pasif? Kirimkan pesan cinta dari hati ke hati. Namun, kita perlu berprilaku secara pasif, diam saja di sebelahnya, bukan berusaha untuk menenangkan. Nggak jarang kan kita mengusap-usap punggung anak atau memeluknya erat sambil menghiburnya dengan kata-kata rayuan, nyanyian, atau justru omelan, yang bertujuan supaya anak cepat berhenti dari aktifitas nangisnya.

cara menyapih anak

Letupan emosi sih biasanya nggak berlangsung lama, kurang lebih 2-3 menit. Namun, melihat fenomena keluarnya emosi pada anak yang biasanya mengiris hati orang tua, nggak jarang selain berusaha menenangkan tangisan anak, juga disertai dengan perilaku ‘lebay’ supaya anak terhibur dari kesedihannya. Kalau ini terjadi dan anak menangkap signal bahwa si orang tuanya rela melakukan apapun agar anak terhibur, biasanya mereka yang tadinya emosi, dengan segera akan berubah menjadi berstrategi. Ujung-ujungnya minta digendong kemudian minta menyusu lagi. Perlu dipahami bahwa strategi adalah bersifat sengaja, beda dengan emosi yang bersifat spontan.

cara menyapih anak

Walaupun tampilannya sama, misalnya dengan menangis atau marah-marah, namun energi yang menggerakkannya bisa jadi beda. Strategi adalah perilaku anak yang bertujuan untuk mengendalikan orang lain, umumnya orang tua atau pengasuhnya. Tampilan perilakunya biasanya dengan menganggu. Disaat kita merasa terganggu karena nggak tahan dengar tangisannya yang semakin kencang, akhirnya kita nurut aja dengan apa yang dimau oleh anak. Yang berujung nggak konsisten dengan kesepakatan yang sudah dibuat dan dipersiapkan sejak lama. Kalau tangisan Si Kecil dirasa bukan emosi, tapi strategi untuk mengendalikan kita, cuekin aja. Hal ini kita lakukan supaya mereka merasa strateginya gagal dan nggak digunakan lagi lain waktu.

Dengan persiapan yang matang, mudah-mudahan bisa membantu ibu untuk konsisten disaat waktunya menyapih tiba. Walaupun mungkin rasanya melelahkan dan menguras emosi, tetap curahkan kasih sayang untuk si kecil. Nikmati setiap momennya, karena ini akan menjadi kenangan indah nantinya.

All images: Pexels

You are here: Home Kids Health 7 Cara Menyapih Anak untuk Para Ibu Menyusui