Nala, Si Kecil yang Mulai Belajar Sabar

Saya ingat sekali zaman dulu, saat kecil dan menginginkan sesuatu yang baru seperti mainan, sepatu, ataupun alat tulis baru saya harus menunggu sampai tiba saatnya kenaikan kelas. Impian saya memiliki sesuatu yang saya inginkan baru bisa terwujud apabila saya bisa naik kelas dengan nilai-nilai yang baik. Rasanya nggak mungkin deh bisa jalan-jalan ke mall, dan langsung dibelikan mainan baru saat itu juga hanya karena saya merengek. Justru seringkali saya harus menunggu cukup lama, plus melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan yang saya mau. 

Saya mulai berpikir, rasanya cerita ini jauh berbeda dengan cerita anak-anak yang hidup di masa sekarang yang cenderung mendapatkan sesuatu dengan cepat, instan dan mudah. Zaman dulu rasanya saya harus menunggu ayah saya gajian untuk sekedar bisa dibelikan ice cream. Saya pun sempat melakukan hal yang sama kepada anak-anak saya. Memudahkan mereka mendapatkan hal yang mereka suka. Sampai akhirnya saya tahu bahwa dengan selalu memudahkan mereka mendapatkan segala hal, berarti anak-anak saya melewatkan banyak sekali mata pelajaran penting dalam kehidupan. Belajar menunggu, belajar berproses, belajar kecewa, belajar bersabar, dan juga belajar berusaha. 

Akhirnya saya mulai merubah kebiasaan di keluarga kami. Anak-anak baru bisa mendapatkan yang mereka suka setelah mereka melakukan usaha-usaha tertentu. Cerita terakhir adalah tentang Nala yang merengek minta dibelikan boneka kuda poni yang sedang hits di kalangan anak-anak. Sebenarnya sih saya memang ingin membelikan Nala mainan, karena saya terhitung cukup jarang membelikan mainan untuk anak-anak. Tapi, keinginan itu saya tahan, karena saya tahu bahwa momen ini bisa dijadikan momen belajar untuk Nala. Akhirnya saya bilang sama Nala, “Bunda mau beliin Nala boneka kuda poni, asalkan Nala mau menunggu dengan sabar sampai bunda pulang dari luar kota.”.

Kebetulan keesokan harinya saya harus pergi keluar kota selama 4 hari. Akhirnya dengan sabar Nala menunggu saya pulang. Setelah saya pulang dari luar kota, sayapun memenuhi janji saya. Tapi nggak cukup sampai disitu. Saya memberikan syarat tambahan, “Nala mau sampai rumah bonekanya langsung dibuka? Kalau mau, bonekanya dibawa sendiri ya sampai ke rumah.”. Buat Nala yang masih suka naik stroller saat berjalan jauh di mall, tentunya perlu usaha lebih untuk memenuhi tantangan berjalan kaki sambil membawa mainan beserta kotaknya yang cukup berat. Tapi demi bisa cepat-cepat bermain dengan boneka idaman, akhirnya Nala memenuhi syarat yang saya berikan. Hehehe…

Sampai rumah, nggak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Nala karena sudah bersabar menunggu untuk bisa bermain dengan boneka idamannya. Dan juga sudah berusaha membawa mainannya sendiri sampai kerumah walaupun harus berjalan lumayan jauh di mall dengan membawa kotak yang lumayan besar untuk anak 3 tahun seperti Nala. Senang rasanya melihat Nala banyak belajar hanya dari membeli boneka.

You are here: Home Parenting Nala, Si Kecil yang Mulai Belajar Sabar