Mendukung Indonesia yang Lebih Produktif

Sudah nggak terhitung lagi berapa kali saya pernah ditanya mengenai jadwal keseharian saya, terutama dalam menyeimbangi pekerjaan dan kegiatan rumah tangga. Teman-teman media sering bertanya, “Sehari-hari, Mona ngapain aja sih?”  

Jawabannya: saya tidak tahu. Mungkin beberapa Moms lainnya juga sudah tahu bahwa namanya jadi ibu itu, ya jadwal suka berubah-ubah tergantung si kecil. Tapi selain itu, kerja di dunia hiburan sangat unpredictable. Kadang kita harus melakukan hal-hal yang tidak terduga dari shooting iklan yang tertunda, talkshow yang dimajukan, dan semuanya tentu dilaksanakan sembari mengedepankan kebutuhan anak-anak saya.

Nah, kalau jadwal sudah serabutan, mulai deh lupa makan, lupa jaga nutrisi, jadi badan otomatis langsung drop. Pernah gak sih Moms, saking sibuknya, jadi lupa makan makanan bernutrisi? Kalau sudah lelah, makanan kurang sehat akhirnya akan membuat stamina kita semakin melemah.  

Selain itu, jadwal yang hectic dan ketidaksadaran akan asupan nutrisi juga dapat menyebabkan kekurangan zat besi yang dapat menimbulkan anemia. Kadang, kalau sudah mulai merasa lelah, sulit konsentrasi, pusing, dan kulit pucat, saya langsung was-was. Ternyata, semua itu gejala anemia, lho!  

Karena itulah, saya ikut partisipasi dalam kampanye kesadaran publik yang diadakan oleh Merck yang bertajuk “Indonesia Bebas Anemia”. Dari peluncuran kampanyenya di tanggal 16 Maret lalu, banyak sekali informasi yang berguna sekaligus mengejutkan.  

Contohnya, ternyata di Indonesia kasus anemia gizi mencapai 21,7% dan kebanyakan penderita adalah perempuan. Anemia juga seringnya diderita oleh orang dewasa berumur 25 - 44 tahun. Tapi, fakta yang paling mengejutkan buat saya adalah, ternyata penderita anemia itu produktivitasnya bisa menurun hingga 20%. Dengan kata lain, sekitar 6,5 jam per minggu akan terbuang sia-sia karena kekurangan energi.  

Bayangkan saja, hampir setengah hari kerja hilang akibat anemia. Terutama untuk saya, di mana setiap menit sangatlah berharga. Disela beberapa jadwal syuting dalam sehari, seharusnya saya bisa menulis artikel parenting saat sedang menunggu atau setelah jeda makan siang. Tetapi ketika saya merasa kelelahan dan sulit untuk berkonsentrasi, akhirnya saya terus menunda beberapa pekerjaan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat. Bukan hanya itu, perhatian dan waktu saya untuk keluarga juga jadi berkurang karena cepat lelah dan gejala-gejala anemia lainnya yang saya rasakan. Karenanya, saya tidak sempat lagi bermain atau menghabiskan waktu bersama dengan keluarga saya sepulang bekerja.

Kampanye ini sangat membuka mata, dan menyadarkan saya bahwa sebagai wanita aktif, saya harus selalu memprioritaskan kebugaran tubuh demi mencegah anemia. 

Jadi, untuk saya pribadi, kalau harus menjawab mengenai jadwal keseharian sih, memang susah. Tapi yang pasti, saya terus berusaha untuk menjaga gaya hidup sehat. Contohnya: 

1. Olahraga rutin

Nah, ini mungkin aktivitas yang sering menjadi halangan untuk ibu bekerja. Sejujurnya, saya sendiri pun kadang susah mencari waktu untuk olahraga. Tapi, olahraga tidak hanya sekedar ke gym, lho! Olahraga bisa dalam bentuk menemani anak bermain sepeda, ataupun berenang bersama keluarga. Selain menjaga hidup sehat, juga bisa menjaga keharmonisan keluarga. 

2.Konsumsi makanan bernutrisi

Disela-sela kesibukan, memang yang paling gampang itu makan makanan nggak bernutrisi. Misalnya, junk food atau jajanan pinggir jalan. Sejujurnya, saya sangat guilty dalam hal ini. Tapi, saya tetap berusaha untuk menjaga nutrisi. Caranya? Saya rutin mengkonsumsi sayur dan buah-buahan setiap harinya. Saya juga selalu menyimpan botol air putih dalam tas agar selalu ingat untuk minum air putih. 

3.Suplemen zat besi

Kadang, olahraga rutin dan makanan sehat saja tidak cukup untuk menjaga kesehatan tubuh, apalagi dari serangan anemia. Anemia juga bisa menyerang jika tubuh terlewat lelah karena jadwal yang padat. Karena itu, saya juga rutin mengkonsumsi suplemen zat besi, terutama di pekan yang teramat hectic.

Upaya mencegah anemia memang tidak mudah, tapi bisa kok dilakukan, terutama dengan komitmen dari diri sendiri dan dukungan dari keluarga. Selain itu, saya juga selalu waspada akan gejala-gejala anemia, jadi bisa segera diatasi. 

Kalau Moms masih nggak yakin akan gejala-gejalanya, bisa dikenali melalui pengukur anemia atau Anemia Meter di www.sangobion.co.id/bebasanemia.

Yuk, dukung Indonesia Bebas Anemia untuk Indonesia yang lebih produktif!

You are here: Home Parenting Mendukung Indonesia yang Lebih Produktif