Ibu Sumber Kasih Sayang Keluarga

Kita semua pastinya tahu bahwa ibu memegang peranan yang sangat penting dalam keluarga. Wah, kalau dijabarkan satu per satu sih pastinya panjaaaaaang banget list-nya. Saking banyaknya peranan dan tugas ibu di keluarga, bagi ibu bekerja yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga, sebagian tugas akhirnya didelegasikan ke orang lain. Beberapa pekerjaan rumah tangga mungkin bisa dioper ke asisten rumah tangga, sementara untuk urusan anak-anak di siang hari bisa juga didelegasikan kepada orang tua atau mertua. Tapi ada satu peranan penting yang tampak menonjol dan sangat spesifik bagi seorang ibu yang nampaknya sulit digantikan oleh orang lain, bahksn oleh ayah sekalipun. Yaitu peranan ibu sebagai sumber kasih sayang di keluarga.

 Beda dengan sosok ayah yang kuat dan melindungi, sosok ibu yang lembut dan penuh cinta sangat dibutuhkan keluarga sebagai sumber kasih sayang. Apalagi dijaman sekarang, lelah dan stress bisa didapat oleh anak dengan sangat mudahnya. Ini adalah jaman dimana anak-anak bersekolah dari pagi sampai sore. Belum lagi ketika sampai dirumah mereka nggak langsung bisa beristirahat dan bermain, karena ada saja tugas dari sekolah yang harus diselesaikan setiap harinya. Rasanya kehadiran ibu untuk mengisi hati anak sangatlah penting. Karena hanya kelembutan dan kemesraan hati seorang ibu lah yang bisa mengobati hati yang anak yang resah dan gelisah. Apalagi saat anak mulai masuk usia pra remaja yang mulai menjumpai banyak masalah dengan teman-teman di sekolah. Kasih sayang seorang ibu bisa jadi obat mujarab untuk menyejukkan hati anak-anak.

 Menyadari bahwa kita sebagai seorang ibu punya peranan yang sangat penting sebagai sumber energi positif bagi keluarga,  kitapun harus pandai-pandai mengelola energi kita nih. Supaya kita terus punya kekuatan untuk terus bersabar menghadapi anak-anak dengan  beragam pola tingkahnya dirumah. Sementara kita juga sebagai ibu punya beragam kegiatan dan masalah yang harus diselesaikan. Kalau kita sudah kehabisan energi sebelum tiba waktunya memnghadapi anak-anak dirumah, ketika bertemu dengan mereka bukannya memberi kelembutan dan kasih sayang, kita malah membombardir mereka dengan omelan-omelan dan nasihat-nasihat tak berujung. Kalau ini terjadi, artinya kita gagal menebarkan energi positif di dalam rumah, dan malah menghujani mereka dengan energi negatif yang kita bawa dari masalah-masalah kita.

 Namanya juga ibu-ibu dengan tingkat kepedulian yang tinggi, setiap permasalahan di lingkungan sekitar rasanya ingin ikut diberesin. Hehehe. Dulu saya juga gitu, paling nggak bisa lihat temen arisan pergi ke dokter sendiri, atau ingin ikut membantu persiapan ulang tahun anak tetangga sebelah. Belakangan saya mulai mengurangi kegiatan-kegiatan saya. Saya atur dengan skala prioritas, yang mana yang saya anggap penting untuk saya kerjakan. Karena saya sadar, ada anak-anak dirumah yang menanti saya pulang. Mereka nggak cuma perlu saya secara fisik aja. Tapi juga perlu senyum, pelukan, tawa renyah, serta kasih sayang ibunya agar hari-harinya lebih berwarna. Yuk, kita siapkan diri kita setiap hari untuk terus bisa memberikan energi positif buat anak-anak kita.

You are here: Home Parenting Ibu Sumber Kasih Sayang Keluarga