Yuk Bereskan Mainan Sendiri!

Dunia anak adalah dunia bermain. Tapi banyak orang tua jaman sekarang lebih senang apabila anak-anak bermain gadget karena anak lebih anteng dan rumah juga lebih rapih. Tapi sebenarnya bermain tanpa gadget juga sangat penting lho buat perkembangan motorik anak. Anak bersentuhan langsung dengan berbagai objek dengan berbagai bentuk dan tekstur. Gerakan membuka, menutup, menarik, juga mendorong mainan juga sangat penting untuk kesiapan anak dalam menulis nantinya.

Tapi ya memang konsekwensi yang dihadapi orang tua biasanya adalah rumah yang akhirnya jadi berantakan akibat sisa-sisa permainan anak. Nggak usah khawatir, langsung saja biasakan anak-anak untuk membereskan mainannya sendiri setelah bermain. 

Membiasakan anak membereskan mainannya setelah bermain ini pada kenyataannya memang nggak mudah ya. Tapi ingatlah selalu bahwa ini adalah proses belajar. Jadi jangan berharap anak akan cepat terbiasa dengan kebiasaan ini. Jadi nggak usah pakai ngomel juga sih, yang penting adalah terus konsisten untuk membiasakan kebiasaan beres-beres setelah bermain ini. Nggak perlu terlalu mempermasalahkan apabila anak belum bisa membersihkan secara optimal, yang penting tumbuh dulu kebiasaannya, dan hargai setiap progresnya. 

Pertama kali membiasakan si kecil membereskan mainan, paling efektif adalah dengan mencontohkan. Tapi tentunya sambil mengajaknya untuk membersihkan bersama. Jangan lupa juga untuk menjelaskan dengan cara yang menyenangkan tiap mengajaknya membereskan mainan. “Karena mainnya sudah selesai, yuk kita beresin mainannya! Supaya rumahnya rapih dan bersih. Enak kan kalau rumahnya bersih. Mainannya juga jadi bagus kan, nggak cepet rusak. Kalau nggak diberesin mainannya  bisa keinjek pas kita lewat. Ih, sedih ya kalau mainannya rusak gara-gara keinjek. Jadi nggak bisa dimainin lagi deh.”. Gitu deh kira-kira. Tapi akan lebis seru lagi kalau menjelaskannya sambil bernyanyi.

Agar anak-anak lebih mudah membereskan mainannya sendiri, sediakan kotak-kotak khusus untyuk menyimpan mainannya. Bila perlu, kita bisa membuat label di setiap kotaknya. Misalnya kotak khusus untuk menyimpan lego, kotak khusus untuk menyimpan mobil-mobilan, kotak khusus untuk menyimpan boneka. Kotak-kotak ini juga bisa kita buat bersama anak-anak dengan mendaur ulang kardus-kardus yang sudah tidak terpakai. Apabila si kecil sudah mengerti cara membereskan mainannya, sudah mulai kita mulai biasakan dia membereskannya tanpa bantuan kita. Biasanya saya buat perjanjian dulu dengan anak-anak sebelum bermain, “Nala boleh bermain, asal setuju untuk membereskan mainan sendiri setelah bermain.”. Kalau Nala menolak membereskan mainannya setelah bermain, tandanya ia punya hutang yang belum dilunasi. Karena dari awal ia sudah berjanji akan membereskan mainannya. Jadi selama hutangn ya belum ditunaikan, Nala nggak bisa  menikmati fasilitas lain yang ada dirumah. Mau nonton tv, ngemil, minum teh, jadi nggak bisa karena ia masih berhutang untuk membereskan mainannya. 

Jangan lupa unytuk memberikan apresiasi setiap anak berhasil membereskan mainannya sendiri. Minimal dengan ucapan terima kasih karena sudah membereskan mainannya. Agar anak senang mengulangi kebiasaan baik ini. Kegiatan membereskan mainan setelah bermain ini bukan cuma soal menjadikan rumah enak dilihat saja, kegiatan ini juga akan membuat anak jadi terbiasa dengan kondisi rapih dan teratur. Sehingga harapannya, ia akan merasa resah dengan kondisi yang berantakan. Nah, perasaan ini nantinya akan dibawa terus oleh si kecil sampai ia besar nanti. Apabila kita berhasil konsisten mengajak anak membereskan mainannya sendiri setelah bermain, mudah-mudahan akan menjadi bekal anak sepanjang hidupnya  untuk terbiasa hidup bersih, rapih sehat dan teratur.

You are here: Home Parenting Yuk Bereskan Mainan Sendiri!