Kakakku idolaku

Untuk orang tua yang punya anak lebih dari satu pasti pernah mengalami masa-masa kebingungan dalam mengelola hubungan kakak-adik. Senang rasanya melihat si kakak dan si adik akur, namun pada kenyataannya ada saja peristiwa yang terjadi setiap harinya antara si kakak dan si adik yang membuat kita geleng-geleng kepala. Kalau si kakak bermain boneka, adikpun ingin main boneka yang sama, endingnya rebutan boneka, deh. Saat kakak mengambil makanan, adik merengek ingin makanan yang ada ditangan kakak. Adik ingin sepatu yang sama dengan kakak, adik suka lagu kegemaran kakak. Sampai seringkali si kakak merasa terganggu dengan perilaku adiknya.

Buat parents yang suka gemas sama kelakuan adik yang suka nyebelin karena suka meniru kakaknya, nggak usah frustasi. Mengapa? Karena ternyata pengalaman seperti ini bukan cuma terjadi sama anak-anak kita aja, lho! Faktanya, banyaknya waktu berinteraksi antara adik dengan kakaknya inilah yang membuat si adik yang berusia lebih kecil dan sedang seru-serunya belajar banyak hal, jadi suka meniru apapun yang disukai oleh kakaknya.

Menurut para ahli, aktifitas meniru yang dilakukan oleh sang adik ini memiliki banyak keuntungan. Karena dengan begitu si adik bisa cepat berkembang secara sosial, emosional, fisik, juga kognitif. Dengan mencontoh sang kakak, adik otomatis akan belajar bagaimana cara bersosialisasi, berbagi, dan juga bertoleransi. 

Apalagi dibulan Ramadhan seperti ini, akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengajak adik ikut belajar berpuasa ketika sang kakak sudah terbiasa berpuasa. Begitu juga dengan ibadah lainnya, seperti sholat tarawih dan membaca Al-Qur’an. Walaupun kegiatan-kegiatan seperti ini seringkali membuat anak yang berusia dibawah 5 tahun menjadi bosan, tapi apabila melihat sang kakak semangat melakukannya, adikpun otomatis jadi ketularan semangat melakukannya.  

Jadi, apabila orang tua bisa mengajak sang kakak untuk menyenangi hal-hal yang positif, orang tua akan mendapatkan keuntungan ganda. Karena dengan begitu, biasanya si adik juga menirukan kegiatan positif yang dilakukan kakaknya. Hal ini dikarenakan sang kakak bisa dibilang berperan sebagai guru keterampilan bagi adiknya. Biasanya dari kakaklah adik belajar bermain sepeda, sepatu roda, ular tangga, monopoli dan banyak hal lainnya.

Tapi, apabila kakak dan adik seringkali terlihat konflik, orang tua nggak perlu terlalu khawatir. Meskipun terlihat meresahkan, momen bertengkar ini sesungguhnya merupakan momen di mana mereka sedang belajar menghadapi kesulitan juga menyelesaikan masalah, lho! Apabila situasinya masih aman, jangan terlalu cepat mencampuri masalah mereka atau bahkan melerai pertengkarannya. Karena dibalik pertengkarannya, mereka biasanya belajar bernegosiasi dan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Cukup berikan petunjuk apabila diminta dan biarkan mereka saling belajar juga saling menguatkan satu sama lain.

You are here: Home Parenting Kakakku idolaku