Kok Anakku Malas Belajar?

Nggak sedikit orangtua yang mulai merasakan kebingungan saat anak-anak mulai menjejaki pendidikan sekolah dasar. Karena saat taman kanak-kanak dulu  rasanya si kecil masih nampak lumayan semangat bersekolah. Sementara ketika masuk masa-masa SD, ketika kegiatan bermain sudah tidak sesering di taman kanak-kanak dulu, mulai deh semakin sering timbul gelagat malas belajar pada anak. Karena kegiatan bersekolah dianggap kegiatan yang membawa anak-anak kepada masa depannya yang cerah, tentunya orang tua khawatir apabila melihat anak-anaknya menampakkan gejala malas belajar. Dan semakin lama kekhawatiran ini membuat orang tua menjadi semakin emosi apabila Si Kecil malas mengerjakan PR atau malas belajar saat mau ujian.

Jangan patah hati dulu nih, Parents. Ada kabar baik untuk kita, bahwa sesungguhnya di dunia ini nggak ada lho anak yang benar-benar malas belajar. Hal ini karena kita manusia yang punya kebutuhan untuk belajar banyak hal baru. Buktinya, saat baru lahir saja bayi sudah mulai belajar beradaptasi dengan lingkungan baru yang sama sekali nggak ia kenal. Walaupun sulit, tapi anak dibawah satu tahun setiap hari rajin sekali belajar berbicara, belajar membalikkan badannya, belajar merangkak, belajar berjalan, belajar belajar dan belajar. Ketika anak merasa butuh, walaupun sulit tapi anak pasti  bersedia bersusah payah belajar melakukannya.

Saya sering melihat kok anak yang tertarik dengan mobil bahkan bisa menghapal berbagai jenis mobil beserta dengan informasi lengkap tentang mobil-mobil tersebut. Anak yang suka sepak bola bisa menghapal para pemain  beserta sejarah dan juga cerita-cerita tentang klub bola tersebut. Anak perempuan yang ngefans sama grup band tiba-tiba menjadi tahu banyak hal tentang musik, lagu, dan hafal dengan kesukaan juga kebiasaan tiap-tiap pemain band yang ia idolakan. Semangat mempelajari hal-hal  baru ini dikarenakan si anak merasa butuh untuk mempelajari hal-hal yang ia ingin tahu. Jadi ketika anak masuk usia sekolah dan kemudian menjadi malas belajar dan juga nggak suka mengerjakan PR, tandanya anak merasa nggak butuh atau merasa belum perlu mempelajari hal-hal tersebut. 

Atau jangan-jangan kita orangtuanya atau guru yang membimbing di sekolah justru yang membuat suasana belajar jadi nggak menyenangkan? Ketika suasana belajar menjadi menegangkan, apalagi menakutkan dan nggak menyenangkan, semangat belajar juga pastinya langsung memudar. Ini adalah hal yang sangat wajar. Mana ada sih orang yang senang berada dalam situasi yang menakutkan dan tidak menyenangkan? Nah, karena itu apabila kita ingin anak kita selalu semangat belajar. Nomor satu, kita dan guru di sekolah juga perlu membuat suasana belajar jadi menyenangkan untuk anak-anak.

Lalu langkah selanjutnya, apabila kita ingin melihat anak semangat belajar, kita perlu memahami caranya agar anak jadi merasa perlu mempelajari hal-hal yang diajarkan di sekolah. Seperti halnya kita yang pastinya malas dan juga nggak semangat apabila disuruh melakukan hal-hal yang kita anggap nggak penting kan? Anak-anak juga begitu. Jadi, coba deh kita ajak anak-anak melihat pentingnya mempelajari hal-hal yang dipelajari di sekolah. Misalnya untuk anak-anak yang suka banget dengan mobil, kita bisa mengajak anak-anak belajar berhitung berapa mobil-mobil yang berbaris di parkiran. Untuk anak-anak yang suka boneka, pasti semangat deh mempelajari warna-warni di baju boneka tersebut. Nah, kalau untuk anak yang suka sepak bola juga pasti lebih mudah diajak belajar bahasa Inggris apabila tujuan belajarnya adalah agar suatu hari bisa ngobrol dengan pemain idola ketika bertemu. 

Sekarang kita setuju kan bahwa marah-marah disaat menemani anak belajar itu sama sekali nggak ada manfaatnya. Alih-alih membuat anak semangat belajar, yang ada malah membuat anak trauma dengan situasi belajar gara-gara yang teringat dalah omelan orangtuanya. Yuk, dampingi anak belajar dengan cara-cara yang asik!

You are here: Home Parenting Kok Anakku Malas Belajar?