Si Kecil Ogah Mengerjakan PR

Saat Si Kecil yang sudah mulai sekolah pulang kerumah dengan membawa banyak pekerjaan rumah, bukan hanya Si Kecil aja yang bete, tapi kita orang tuanya juga ikutan pusing. Hehehe… Apalagi kalau dalam satu minggu hampir semua mata pelajaran ada PR-nya. Wah, kebayang deh akan jadi hari-hari yang menggemaskan pastinya satu minggu itu. 

Hampir sama dengan semua parents, ada kalanya anak-anak saya susah banget diajak mengerjakan PR. Banyak banget deh alasannya kalau diajak mengerjakan PR. Mulai dari nggak ngaku kalau ternyata ada PR, malas, capek, sampai dengan nggak ngerti dengan tugas yang diberikan. Ngomel dan menasehati udah nggak jaman lagi, Parents! Bener deh! Ngomel dan menasehati adalah dua strategi komunikasi yang paling nggak efektif. Kalau efektif sih pasti nggak ada lagi anak didunia ini yang malas mengerjakan PR, ya kan? Hihihi… Jadi gimana dong biar anak-anak mau mengerjakan PR?

Strategi pertama bisa dengan memberikan anak pilihan. “Mau mengerjakan PR dulu atau mau nonton tv dulu?”. Begitu misalnya. Beda dengan memarahi atau menasehati dan juga memberikan perintah, memberikan pilihan membuat emosi anak teralih, karena anak jadi sibuk berpikir untuk mempertimbangkan keputusannya. Selain itu, cara ini juga membantu anak untuk belajar mengambil keputusan. Anak juga merasa memiliki kuasa dirumah karena ia bisa memilih sendiri apa yang mau dilakukan. Membuat anak merasa punya kuasa dirumah akan mengurangi resiko anak mem-bully temannya di sekolah untuk melampiaskan keinginannya berkuasa dan mengontrol keadaan. 

Cara lainnya bisa bisa dengan membuat aturan di rumah. Aturan sebaiknya jangan hanya diucapkan, tapi juga ditulis dan disetujui bersama. Dirumah kami, anak-anak bisa menikmati segala fasilitas yang disukai seperti menonton tv, main PS, dan bermain dengan mainannya setelah mandi, mengerjakan PR, makan, dan juga menyelesaikan segala tugas dan tanggungjawabnya. Apabila kebiasaan seperti ini terbangun di rumah, anak-anak akan lebih mudah memahami dan mudah beradaptasi dengan aturan yang ada disekitarnya. Karena hampir setiap aturan berbicara mengenai: kita hanya akan mendapatkan hak apabila kita telah menyelesaikan kewajiban kita. 

Tapi jangan panik dan cepat marah apabila Si Kecil tetap tidak mau mengerjakan PR-nya ya, Parents. Biarkan mereka merasakan pengalaman menghadapi konsekuensi dari pilihannya. Konsekuensi yang diberikan guru akibat anak tidak mengerjakan PR di setiap sekolah berbeda. Mulai dari tidak mendapat nilai, tidak boleh masuk ke dalam kelas sampai dengan mendapatkan tugas piket bersih-bersih di sekolah. Biarkan saja mereka merasakan konsekuensi dari keputusannya agar lama kelamaan ia mengerti bahwa setiap keputusan yang diambil sudah satu paket dengan resikonya. 

Nah, nggak pakai ngomel deh. Asik kan?

You are here: Home Parenting Si Kecil Ogah Mengerjakan PR