Ayo Melek Anemia untuk Indonesia yang Lebih Produktif!

Mungkin Moms masih ingat saat saya menceritakan saya mengalami anemia. Sekarang ini, saya ingin menceritakan lebih detail bagaimana sih akhirnya saya bisa melek dari anemia, karena saya yakin di luar sana masih banyak Moms yang mungkin tidak sadar kalau mereka mengalami anemia.

Sebagai seorang ibu yang memiliki peran ganda, saya memiliki banyak sekali kegiatan yang harus dikerjakan dalam satu hari, seperti shooting iklan, menghadiri acara, dan yang tak kalah penting adalah kebutuhan keluarga tercinta di rumah. Banyaknya kegiatan saya inilah yang terkadang membuat saya merasa tidak terlalu peduli dengan kesehatan badan sendiri. Padahal saya sering lemas, sering mudah lelah dan tingkat konsentrasi yang menurun. 

Alhasil saya lakukan pengecekan ke dokter, saya baru sadar ternyata gejala-gejala yang selama ini sering saya abaikan merupakan gejala anemia. Melihat hal ini dokter pun mencoba menjelaskan mengenai anemia yang merupakan suatu kondisi tidak sehat yang dapat dialami oleh siapa saja, dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari kadar normal saat pemeriksaan di laboratorium. Saya cukup kaget saat mendengar diagnosa dokter, karena kalau saja saya terus menerus mengabaikan gejala-gejala anemia dan tidak segera mengatasi gejalanya, tentu nantinya akan berakibat buruk untuk diri saya. 

Berdasarkan pengalaman pribadi tersebut, saya tertarik untuk berpartisipasi dalam kampanye kesadaran publik mengenai edukasi melek anemia yaitu Indonesia Bebas Anemia. Saya yakin di luar sana masih banyak orang-orang seperti saya, yang seringkali mengabaikan gejala-gejala anemia dan menganggap gejala-gejala tersebut muncul hanya saat merasa kelelahan. 

Belum lama ini, tanggal 29 Oktober 2016, Merck bersama Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) menggelar sebuah sesi edukatif yang bertajuk, “Sehat Tanpa Anemia untuk Indonesia yang Lebih Produktif”.  Sesi edukatif ini membuat saya semakin melek bahwa anemia itu dapat dicegah dan diatasi hanya apabila kita mengenali gejala, dampak, dan solusi penanganannya. 

Tahu gak, Moms? Menurunnya tingkat produktifitas kerja sebanyak 20% disebabkan oleh Anemia lho! Jadi, anemia bukan hanya sekedar menyebabkan seseorang menjadi cepat lelah dan menurunkan konsentrasinya saja. Wah, tentunya hal ini sangat merugikan dong buat saya, karena hampir bagi semua ibu, setiap detik sangat berharga untuk melakukan aktivitas rumah tangga dan aktivitas lainnya. Setuju nggak, Moms? 

Oleh karena itu, sekarang saya juga jadi lebih melek tentang anemia dan semakin rajin untuk memperhatikan aktivitas saya sehari-hari. Bagi saya sekarang yang paling penting adalah menjaga kebugaran tubuh saya. Gimana caranya? Olahraga pasti jadi solusi utama. Selain berolahraga, saya juga berusaha menjaga pola makan saya. 

Moms tahu ga bahan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C itu apa saja? Dari sayuran (bayam), hati, daging (sapi & kambing), unggas seperti (ayam, bebek, burung) dan juga makanan – makanan lainnya.

Saat saya mengikuti sesi edukasi bersama Merck ini, saja juga mendapat pengetahuan lebih mengenai melek anemi, yaitu sebaiknya kita tidak mengkonsumsi teh, kopi, susu setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Sebenarnya sangat mudah kan Moms mengatasi anemia kalo kita sudah mengenali gejalanya. Sejalan dengan komitmen Merck, saya juga ingin mengajak Moms untuk melek anemia. Jangan sering mengabaikan gejala-gejala kelelahan ya Moms, karena bisa saja Moms secara tidak kita sadari kita mengalami anemia. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Moms segera mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Untuk mengetahui apakah Moms memiliki gejala awal anemia, Moms juga bisa memeriksa melalui pengukur anemia atau Anemia Meter di: http://www.sangobion.co.id/bebasanemia/ 

Ayo bersama-sama kita dukung Indonesia Bebas Anemia untuk Indonesia yang lebih produktif!

You are here: Home Parenting Ayo Melek Anemia untuk Indonesia yang Lebih Produktif!