Agar Si Kecil Tidak Kecanduan Games

Belakangan, hampir setiap ketemu ibu-ibu, curhatnya tentang problematika anak-anak dan gadget. Salah satu hal yang banyak dikeluhkan orang tua adalah tentang anaknya yang nggak berhenti main gadget seharian dan mulai malas berinteraksi dengan orang lain. Susah diajak mengerjakan PR, susah diajak makan dan mandi, maunya main game seharian. Nggak sedikit juga orang tua yang khawatir dengan isu ‘kecanduan games’ yang sering disebut belakangan. 

Fenomena gadget adalah fenomena baru yang terjadi disekitar kita. Wajar saja jika anak dan juga orang tua masih bertemu pengalaman-pengalaman baru tentang gadget. Belakangan memang mulai semakin terasa efek samping penggunaan gadget pada anak. Terutama jika gadget terlanjur dijadikan alat untuk membuat anak anteng seharian dan nggak mengganggu aktifitas orang tua. Alhasil anak terlanjur terbiasa bermain gadget tanpa kesepakatan dan batas waktu. Hal ini biasanya biang keladi dari kecanduan gadget. Karena anak nggak punya batasan waktu bermain, sehingga anak merasa bias bermain gadget kapan saja dan dimana aja. Kondisi ini memang beresiko membuat anak jadi kebablasan alias kecanduan.

Maka,ada baiknya jika orang tua membuat peraturan yang disepakati bersama dengan anak. Yang pertama adalah tentang kapan anak boleh bermain game. Misalnya: boleh bermain game 1 jam sehari sebelum jam 8 malam. Menentukan jangka waktu yang tegas dan jelas  dalam bermain gadget atau bermain game sangat penting, karena hal ini membuat anak belajar menyelesaikan kegiatan pada waktunya. Belajar selesai adalah salah satu cara mencegah anak dari kecanduan. 

Ketika anak selesai bermain, orang tua bias membantu dengan mengucapkan: “Sudah selesai deh bermainnya.”. Kenalkan anak pada kata selesai, agar anak terbiasa dengan konsep batasan. Konsep bahwa segala sesuatu dalam hidup itu ada batasannya, dan pengertian bahwa hidup itu bukan tanpa batasan sehingga ia bias melakukan dan mendapatkan apapun sebanyak apa saja yang ia mau. Belajar selesai juga mengurangi potensi serakah, karena kecanduan munculnya dari kebiasaan serakah. 

Lalu yang kedua, tambahkan persyaratan sebelum anak bias bermain game, misalnya: adik boleh bermain game setelah mandi, makan dan mengerjakan PR. Ini sekaligus menjadi bahan belajar untuk Si Kecil bahwa ia bias mendapatkan hak setelah menjalankan kewajibannya. 

Yang ketiga dan yang nggak kalah penting, jangan lupa bubuhkan konsekuensi yang akan terjadi apabila anak melanggar kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Misalnya: jika kesepakatan dilanggar, maka 2 hari kedepannya adik jadi nggak bisa main game. Jadi ketika Si Kecil melanggar komitmen, misalnya bermain game lebih dari1  jam sehari, orang tua nggak perlu marah. Langsung saja jalankan kesepakatan yang telah disepakati bersama. Ketika orang tua juga konsisten menjalankan konsekuensi yang telah disepakati, anak pun otomatis jadi belajar nggak pakai jurus nekad. Ia akan terbiasa memperhitungkan situasi dan nggak asal mengikuti kemauannya.

Kalau begini, bermain game jadi punya manfaat belajar jugakan buat anak?

You are here: Home Parenting Agar Si Kecil Tidak Kecanduan Games