Anakku Pemalu

Kalau saya buka sesi tanya jawab di Instagram, selalu saja ada pertanyaan hasil gundah hati seorang ibu yang punya anak pemalu. Saat anak mulai sekolah, banyak ibu berharap Si Kecil bisa bersosialisasi dengan baik. Melihat kenyataan bahwa mereka tak mudah bersosialisasi dengan temannya, beberapa ibu merasa cemas dan mulai mencari solusi agar Si Kecil tak lagi malu-malu dalam bersosialisasi. 

Setelah anak masuk sekolah biasanya orang tua mulai membandingkan anaknya dengan teman-temannya yang lain. Ada anak yang lebih berani bicara, ada anak yang lebih berani memimpin barisan, ada juga anak yang lebih berani tampil di panggung. Hal ini tak jarang membuat orang tua merasa ingin juga Si Kecil memiliki segudang kemampuan seperti yang dimiliki oleh teman-temannya. Tetapi memang nyatanya tiap anak punya kepribadian dan kelebihan yang berbeda. Masalahnya, ibu-ibu kalau lagi kumpul suka nggak sadar ngegosipin perilaku anaknya dengan ibu lain langsung di depan anaknya. “Yaaaaaa, maklum deeeeh si kakak mah pemaluuuu!!! Susaaaah kalau diajak kenalan. Disuruh salim aja nggak mau!”. Walaupun Si Kecil tampak pemalu, hindari membicarakan kekurangannya ini di depan mereka, karena hal ini seringkali justru membuatnya merasa semakin malu dan semakin minder alias tidak percaya diri. 

Membawa anak beraktifitas dengan orang lain memang menjadi salah satu tips agar anak keluar dari zona nyamannya. Tujuannya agar anak belajar beradaptasi dalam berbagai situasi. Tapi hati-hati ya, jangan terlalu memaksa, karena sulit bagi kita untuk tahu sebesar apa kadar malu Si Kecil. Jangan-jangan, maksud hati mau menolong, kita justru menjerumuskan mereka dalam situasi yang sangat tidak nyaman untuknya. Kebayang nggak kalau Si Kecil ternyata nggak sanggup menghadapi rasa malunya saat kita cemplungin dia di situasi yang membuatnya salah tingkah? 

Yuk kita mulai melihat, dibalik sikapnya yang pemalu apakah segala tanggung jawab Si Kecil tetap beres? Mulai dari tanggungjawab sebagai siswa, sebagai teman, sebagai anak, sampai dengan tanggungjawab menjaga kesehatan dirinya. Kalau semua beres kan sebenarnya nggak ada yang perlu dipermasalahkan, toh? Tapi, memang terkadang anak menemukan kesulitan dalam kehidupannya sehari-hari terkait dengan sifatnya yang pemalu. Secara perlahan, berulang-ulang dan terus menerus perlu kita informasikan kepada anak berbagai cara untuk menghadapi berbagai situasi yang jadi sulit karena sifat pemalunya. Misalnya, berikan ide pada Si Kecil untuk minta bantuan orang lain saat ia nggak sanggup hadapin rasa malunya. Bisa juga sampaikan lewat tulisan kalau malu bicara langsung, atau memberanikan diri semampunya. Dan bahkan anak juga perlu diberi ide agar pergi dan selamatkan diri kalau situasinya sudah nggak sanggup lagi dihadapi.

Ingat ya Parents, kesabaran sangat dibutuhkan dalam mendampingi anak menjalani prosesnya. Jangan berharap hasil yang instan. Karena bisa jadi, mendampingi anak pemalu adalah proses belajar seumur hidup. Good luck!

You are here: Home Parenting Anakku Pemalu