Ibu Bekerja, Anak Hebat!

Kali ini saya ingin menyapa para ibu bekerja. Menjadi ibu dengan peran ganda memang nggak mudah sama sekali, tapi kondisi ekonomi kadang membuat seorang ibu nggak punya pilihan lain selain bekerja. Sering muncul rasa bersalah yang salah satunya disebabkan karena mau nggak mau harus menitipkan pengasuhan anak pada orang lain. Selain rasa bersalah yang timbul tenggelam, perasaan yang kadang muncul adalah rasa kelelahan dan merasa bahwa hidup itu nggak adil. Padahal, perasaan-perasaan seperti ini justru menimbulkan keresahan di hati dan membuat pikiran terus melayang-layang ke rumah dan nggak fokus. Bahaya banget nih, apalagi buat ibu yang nyetir sendiri saat ke kantor dan pulang ke rumah. Yang lebih bahaya lagi, perasaan-perasaan seperti ini membuat ibu sulit merasakan bahagia di hati. 

Rasa bersalah pada ibu bekerja juga menyebabkan kita memberikan kompensasi yang kurang baik kepada anak-anak. Kadang, untuk membayar kebersamaan yang hilang dengan anak, ibu bekerja memanjakan anak dengan membelikan mainan apapun yang diminta oleh Si Kecil tanpa mengajak mereka berusaha untuk mendapatkannya. Terkadang juga ibu bekerja memberikan kompensasi kehilangan waktu dengan memanjakan dan menyervis Si Kecil habis-habisan di rumah, mulai dari menggendong, memandikan, memakaikan baju, mengambilkan minuman, dan memberikan segalanya yang ia mau. Cara-cara seperti ini membuat mereka dapat merasakan rasa bersalah sang ibu, sehingga Si Kecil jadi tahu bahwa ibu bersedia melakukan apapun yang diminta. Akibatnya ketika ibu ada di rumah, mereka jadi lebih rewel, sulit disiplin, dan ogah diajak mandiri. 

Sesungguhnya anak nggak perlu kasih sayang berlebihan. Anak hanya perlu kasih sayang yang cukup. Jadi ketika kita sampai di rumah, cukup lepaskan sejenak segala keresahan dan masalah-masalah kita di kantor dan fokus kepada Si Kecil. Sediakan hati untuk mendengarkan cerita-cerita dan keluhan-keluhannya, bermainlah dan tertawa bersama. Biarkan mereka tetap mandiri dengan belajar mengurus dirinya sendiri, bahkan bisa mengajaknya untuk membantu kita. Jika kita nggak bisa membendung keinginan untuk membelikannya mainan, tawarkan saja pada Si Kecil dan ajak mereka berusaha untuk mendapatkannya. Misalnya dengan mengumpulkan sejumlah tanda bintang yang didapatkannya setiap ia mandi sendiri, memakai pakaiannya sendiri, makan sayur, makan daging, beribadah, juga membantu asisten rumah tangga di rumah. Dengan begini, orang tua tetap bisa mendidik anak-anak jadi mandiri walaupun nggak sepenuhnya berada di rumah. 

Jadi, untuk para ibu bekerja diluar sana, tetaplah bahagia! Karena pertama kita harus merasa bahagia dulu sebelum bisa memahagiakan suami dan anak-anak di rumah. Jadi apabila memang nggak ada pilihan lain selain bekerja untuk menyokong ekonomi rumah tangga, sediakanlah waktu setiap hari untuk melihat kondisi ini dari sudut pandang syukur. Banyak banget lho hal yang bisa disyukuri oleh ibu bekerja. Misalnya kesempatan untuk merasakan berbagai pengalaman hidup, juga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan. Dengan komunikasi yang baik juga kita bisa mengajak anak melihat kondisi ini sebagai pelajaran berjuang dan berusaha. Sehingga suatu saat anak menjadi tau bahwa apapun bisa kita wujudkan asal kita mau berusaha dan bekerja keras.

You are here: Home Parenting Ibu Bekerja, Anak Hebat!