Dampak Hukuman Orang Tua Pada Anak

Ketika anak melakukan kesalahan atau melakukan hal yang nggak disukai orang tua, biasanya orang tua marah dan memberikan hukuman pada anak. Kebanyakan sih maksud dan tujuan dari pemberian hukuman ini adalah supaya anak menyadari kesalahannya. Hukuman masih dianggap efektif untuk membuat anak kapok dan nggak mengulangi kesalahannya lagi. Tapi, ujung-ujungnya hukuman dilakukan karena orang tua ingin anak jadi nurut sama perintah dari orang tua.

Untuk parents yang masih setuju dengan pemberian hukuman kepada anak, yuk coba kita bedah efek dari pemberian hukuman kepada anak. 

Bisa jadi sih hukuman membuat anak jadi penurut, tapi alasan mereka jadi penurut biasanya karena takut dihukum. Nah, bukannya jadi penurut, yang ada efek sampingnya justru anak jadi nggak percaya diri dalam menentukan sikap dan keputusan sendiri. Dalam kehidupannya kedepan, anak bisa terus dibayangi rasa takut salah saat ingin mengambil keputusan.

Bahkan, sebagian pakar juga membuktikan bahwa hukuman yang berat dapat  menghambat perkembangan otak anak. Terutama pada bagian otak yang menentukan kecerdasan. Studi membuktikan bahwa anak yang sering mendapat hukuman memiliki IQ yang lebih rendah dari anak yang tidak biasa mendapatkan hukuman.

Selanjutnya, hukuman juga bisa membuat anak jadi pemberontak. Apalagi dalam pemberian hukuman pada anak, orang tua cenderung mengedepankan ego dan amarah.  Akibat hukuman juga membuat anak jadi agresf. Anak yang sering dihukum karena kesalahannya bisa meledak-ledak hanya karena hal kecil.

Nggak cuma itu, hukuman yang disertai dengan amarah juga bisa membuat hubungan orang tua dan anak merenggang. Namun, apabila anak yang suka dihukum jadi pemberontak dan suka membangkang, orang tua jadi kesal dan merasa si anak sulit dipahami. Padahal justru sebaliknya. Perilaku yang ditampilkan anak justru akibat dari hukuman yang sering diberikan orang tua.

Nah, setelah tau efek samping dari seringnya menghukum anak, kami dirumah mulai mengganti strategi dengan menerapkan konsekuensi. Berbeda dengan hukuman yang datang tiba-tiba setelah orang tua merasa kesal dengan anak, konsekuensi sudah dibicarakan dari awal sebelum anak melakukan hal yang nggak disukai orang tua. Misalnya Si Kecil berjanji akan menyelesaikan tugas sekolah setelah menonton TV, sementara orang tua takut mereka ketiduran apabila tugasnya nggak dikerjakan sekarang juga. Diskusikan saja langsung konsekuensi apa yang akan diterimanya apabila ia tidak menepati janji. Namun, syaratnya konsekuensi yang diberikan harus masuk akal dan membuat anak belajar dari kesalahannya.

Misalnya: “Kalau adik ketiduran dan nggak menyelesaikan tugas hari ini, berarti besok nggak nonton TV seharian, ya.”. Jadi apabila betul Si Kecil ketiduran sebelum tugasnya dikerjakan, langsung saja jalankan konsekensi yang telah disepakati tanpa harus marah kepadanya. Selain amarah dan bentakan, hal yang juga perlu dihindari adalah menyindir anak. Hal ini agar tidak melukai harga diri anak dalam memberikan dan menerapkan pelajaran disiplin.

Saya yakin, kita sebagai orang tua ingin anak memberikan yang terbaik bagi anak. Untuk itu, kita musti mulai bisa mengontrol emosi dan mengedepankan strategi saat mendidik anak-anak.

You are here: Home Parenting Dampak Hukuman Orang Tua Pada Anak