Anak Libur, Orang Tua Ngantor

Minggu lalu adalah minggu yang seru! Lebaran, liburan, silaturahmi jadi satu dalam seminggu. Nah, minggu ini saatnya menghadapi kenyataan lagi, nih. Minggu dimulainya drama kehidupan buat ibu-ibu, hihihi. Klasik banget sih, karena hampir setiap tahun episode ini hadir. Dimana anak-anak masih libur sekolah, mama papa sudah harus ngantor, dan asisten rumah tangga belum tersedia.  Setiap tahun para ibu selalu berusaha mencari solusi. Mulai dari mencoba menitipkan Si Kecil pada kerabat, sampai dengan mempertimbangkan daycare. Solusi setiap ibu bisa jadi berbeda sesuai situasi dan kondisi di masing-masing rumah tangga.

Namun, untuk situasi tertentu orangtua boleh mempertimbangkan untuk mengajak anak ke kantor, lho! Tentunya dengan catatan: kalau situasainya memungkinkan. Apabila tempat bekerja mengizinkan untuk membawa buah hati pada kondisi genting seperti ini, walaupun lebih repot dari biasanya, namun membawa anak ke tempat kerja memiliki manfaat tersendiri. Karena itu jangan lewatkan kesempatan emas ini. Lakukan persiapan dan rencana-rencana yang matang agar kunjungan anak ke tempat bekerja orang tua juga mendatangkan manfaat untuk anak, bahkan juga untuk orang tua.

Mungkin, sempat terpikir juga oleh banyak orangtua tentang ide membawa anak ke tempat kerja, namun ada beberapa kekhawatiran. Misalnya: takut anak bosan, takut repot, takut anak mengganggu rekan lain, dan lain sebagainya. Rasanya, di situasi tertentu bisa kita pikirkan solusinya untuk memperkecil resiko terjadi ‘kerusuhan' di kantor akibat kedatangan Si Kecil, hihihi. Misalnya, bisa kita bekali Si Kecil dengan mainan baru. Agar ia tidak cepat bosan dan bisa asik seharian dengan mainan barunya. Atau, bisa juga kita pikirkan beberapa program untuk aktivitas yang bisa mereka lakukan di kantor, kan? 

Buktinya, beberapa sekolah seringkali sukses melakukan study tour ke beberapa lembaga dan berhasil membawa pulang manfaat dari kunjungan tersebut.  Ajak saja Si Kecil ke kedai es krim usai jam kantor, dengan syarat bisa tertib dan nggak berisik, dan ikut membantu mengerjakann pekerjaan-pekerjaan sederhana. Untuk anak yang sudah bisa menulis bisa kita ajak untuk mengisi lembar kerja yang diberikan dengan lengkap. Dengan pertanyaan misalnya: Ada berapa meja di kantor? Apa pekerjaan mama? Berapa lama stiap harinya mama bekerja? Dan lain sebagainya. Untuk yang belum bisa menulis bisa kita ajak untuk menggambarkan situasi di kantor.

Dengan melakukan aktivitas positif di kantor, bisa menggugah kesadaran anak mengenai situasi di kantor ibu. Harapannya, anak akan lebih mengerti pekerjaan ibu dan juga memahami kenapa ibu harus ke kantor meninggalkannya setiap hari. Lewat kegiatan ini juga bisa memotivasi anak untuk terlibat di dunia profesi ketika ia besar nanti dan juga melakukan sesuatu untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak. Jangan lupa juga untuk memberikan kabar kepada rekan sekantor akan kedatangan Si Kecil, agar rekan kita ikut siap dengan situasinya, ya! Lagian, nggak setiap hari juga kan ya anak-anak ikut ke kantor. Repot sekali-sekali nggak papa kali, yah? Karena sepulang dari kantor ibu, pasti terselip rasa bangga di dada anak kita. Apalagi kalau ibu nggak lupa bilang terima kasih untuk hari ini ;)

You are here: Home Parenting Anak Libur, Orang Tua Ngantor