Drama Menghadapi Kehamilan Anak Pertama

Seneng banget deh melihat foto dari teman-teman yang mengalami kehamilan pertama di media sosial. Fotonya keren-keren! Apalagi zaman sekarang banyak referensi untuk mengabadikan momen indahnya kehamilan pertama. Beda banget deh dengan  pengalaman hamil pertama saya 14 tahun yang lalu dengan foto-foto yang alakadarnya, hihihi.

Tapi saya yakin, kisah dibalik foto kehamilan para ibu baru  mungkin mirip-mirip juga dengan kisah saya yang sering kaget dengan perubahan yang terjadi semasa kehamilan. Bukan cuma bentuk badan yang tiba-tiba membesar, tapi hadirnya morning sickness yang membuat resah nggak karuan. 

Selain itu, kadang-kadang muncul banyak rasa takut menyambut pengalaman baru yang akan dihadapi kedepan. Seperti bagaimana kelanjutan berkarir, kondisi kesehatan  janin di dalam kandungan, mampukah  melahirkan normal, sanggupkah menyusui, dan  masih banyak lagi kekhawatiran  yang lainnya. Rasa takut, rasa tidak aman dan  khawatir pada ibu hamil bisa berujung pada rasa panik, sedih, hingga stress. 

Tau nggak sih bu, kondisi ibu yang stress justru menimbulkan masalah baru. Penyebabnya adalah karena ternyata ibu yang stress memberikan dampak buruk terhadap perkembangan janin di dalam  kandungan. Tidak stabilnya emosi ibu saat hamil ternyata membuat aliran darah dan oksigen ke janin menjadi terhambat. Hal ini membuat tumbuh kembang bayi juga ikut terhambat. Bukan hanya secara fisik, ternyata ibu hamil yang stress memberikan dampak negatif terhadap perilaku anak yang dilahirkan, karena takutnya mereka nantinya akan tumbuh sebagai anak yang mudah marah, mudah takut, cepat kesal, dan cepat bete, lho!

Memang nggak mudah sih, tapi ternyata ibu hamil tetap bisa kok menjaga kestabilan emosinya saat hamil. Caranya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan yang membuat hati menjadi bahagia. Misalnya mendengarkan musik yang dapat menenangkan hati, bisa juga dibantu dngan membeli aroma terapi yang baunya bisa membantu menenangkan pikiran. Sesekali pejamkan mata dan ingat pengalaman-pengalaman indah yang membuat hati kita bahagia. Misalnya, saat suami pertama menyatakan cintanya, indahnya resepsi pernikahan, rasa senang ketika pergi berlibur, mendengarkan debur ombak, melihat taman bunga, pegunungan, atau hal apapun yang menyenangkan hati. 

Menghabiskan waktu dengan teman-teman dekat yang menyenangkan juga berpengaruh sangat besar terhadap kebahagiaan ibu hamil. Melakukan kegiatan sederhana yang menyenangkan seperti makan, nonton atau pergi ke salon bersama bisa meningkatkan mood ibu hamil. Apabila keresahan masih tersisa, jangan ragu untuk menceritakannya kepada orang yang tepat. Atau, kita bisa menumpahkan keresahan lewat tulisan yang hanya kita simpan untuk kita sendiri. Jangan menuliskan keresahan kita pada media yang bisa dibaca banyak orang seperti di sosial media ya, karena jangan-jangan hal ini malah akan menimbulkan masalah baru, hehehe.

Nah, biasanya salah satu  korban dari bumil yang stress adalah sang suami. Hahaha! Jangan lupa sempatkan waktu untuk mengungkapkan rasa sayang kita pada suami ya, Moms! Alasannya ya agar pak suami tau bahwa bukan dia penyebab ke-bete-an kita selama ini. Percaya deh Moms, kita pasti bisa melalui semua ini dengan baik. Kita hanya perlu menghadapinya dengan senyum, karena semua pasti akan baik-baik saja. Bahkan banyak keindahan baru dalam kehidupan kita yang hadir setelah kita berhasil melewati segala keresahan yang melanda, apalagi setelah si buah hati lahir. Kebahagiaan dan pengalaman baru telah menanti. Good luck!

You are here: Home Parenting Drama Menghadapi Kehamilan Anak Pertama