Begini Cara Menghadapi Anak yang Ingin Punya Adik!

Sebagian keluarga mempunya tradisi memberi hadiah tahun baru untuk anak-anak. Biasanya sih, anak-anak punya request untuk dibelikan mainan, baju, atau sepatu baru untuk hadiah tahun baru mereka. Tapi, gimana kalau mereka minta adik? Hahaha! Pasti kaget banget, ya! Biasanya Si Kecil mendadak punya request seperti itu karena melihat banyak temannya yang punya adik, atau karena sekedar melihat bayi-bayi lucu yang melintas di mall. Nah masalahnya, baru saja kemarin denger ibu-ibu curhat bahwa Si Kakak yang dulunya merengek minta adik, eh setelah Si Adik lahir malah Si Kakak punya keinginan baru: "Mah, adiknya dimasukin perut lagi aja, deh!" Nah loh! :D
 
cara menghadapi anak yang ingin punya adik
 
Jangan heran ya, Parents. Cara berpikir anak memang nggak seperti kita. Kalau Si Kecil hanya punya pola pikir: enak dan nggak enak. Mungkin saat Si Kecil minta adik menandakan kalau mereka sedang memaknai bahwa punya adik itu ‘enak'. Mendengar cerita teman-temannya yang sudah punya adik, atau merasa senang saat berpapasan dengan adik-adik kecil yang lucu. Nah, ketika beneran sudah punya adik, Si Kakak mulai berhadapan dengan kenyataan bahwa perhatian ayah dan ibu mulai terbagi, belum lagi melihat ibu yang jadi super sibuk dan selalu kelelahan, sehingga nggak lagi punya banyak energi untuk sekedar mendengar celotehannya, apalagi untuk bermain bersama dengannya seperti dulu. Jadi, setelah punya adik Si Kakak mulai memaknai kehadiran adiknya sebagai ‘nggak enak’.
 
cara menghadapi anak yang ingin punya adik
 
Jadi, kalau kita ingin Si Kakak tetap merasa nyaman setelah punya adik, kita harus membuat kakak memaknai bahwa punya adik itu ‘enak’. Si Adik yang baru lahir belum ngerti apa-apa kok sampai usia 3 bulan dan semua indera adik bayi belum bisa digunakan dengan sempurna. Jadi, adik hanya perlu ibu saat membutuhkan ASI saja. Selebihnya, ibu bisa menitipkan adik bayi kepada orang lain yang ada di rumah. Mintalah bantuan kepada keluarga terutama pada 3 bulan pertama usia Si Kecil. Nah, saat 3 bulan pertama usia adik bayi, ibu dan ayah bisa mencurahkan lebih banyak waktu kepada kakak. Usahakan agar rutinitas yang disukai kakak bersama ibu dan ayah tidak mendadak hilang, seperti menonton tv bersama, bermain bersama, memandikannya, atau membacakan dongeng sebelum tidur.
 
cara menghadapi anak yang ingin punya adik
 
Jangan pernah sekalipun membandingkan kakak dengan adiknya.
“Ih, kakak kok rewel sih, adik aja anteng dari tadi!”
“Ih, kakak kok belum mandi, adik aja udah wangi!”
“Ih, kakak nggak suka sayur, kayak adik dong pinter!”
Walaupun maksud kita adalah ingin memotivasi kakak, tapi ternyata ini hanya memicu konflik dan rasa cemburu kakak pada adiknya. Lalu, kakak akan menilai situasi ini sebagai situasi nggak enak lagi, deh.
 
cara menghadapi anak yang ingin punya adik
Justru kita harus membantu kakak untuyk mencintai Si Adik. Sebelum adik lahir, jangan lupa tunjukkan kepada Si Kakak foto-foto kakak sewaktu bayi. Jelaskan pada mereka waktu kakak belum punya gigi, kakak menyusu pada bunda, waktu kakak belum bisa jalan, kakak digendong terus. Makannya disuapin, baju dan sepatu juga dipakein. Ceritakan terus berulang-ulang agar kakak jadi siap dan mengerti menghadapi adik bayi yang hampir selalu ada dipelukan ibu dan ayah. Ajak kakak untuk terlibat juga dalam menyambut kehadiran sang adik tersayang. Ceritakan kepada mereka apa yang bisa dilakukan apabila suatu hari nanti adik menghadapi situasi yang sama dengan Si Kakak waktu masih bayi.
 

Gimana? Jadi kan tahun ini menghadiahi kakak adik baru? Hehehe...

 
All images: Pexels

 

You are here: Home Parenting Begini Cara Menghadapi Anak yang Ingin Punya Adik!