Akhirnya Raka Doyan Sayur...


Suatu hari di pesawat menuju liburan kami ke HongKong, Raka yg usianya hampir 3 tahun kebelet pup. Yandapun (suamiku) buru2 nganter Raka yg baru aja lulus toilet training ke toilet imut yg ada di pesawat...


Tiba2 di toilet Raka teriak sambil mencengkram hebat tangan yanda-nya, sampai2 yanda meringis menahan sakitnya cakaran Raka..

" Aduuuuuuuuuh saaaaakiiiiiiiiit!!!! Pup-nya keraaaaaaaaaasssss!!!! Aku mau makan sayur sekaraaaaaaaaang!!!! Sekaraaaaaaaang!!!!"

Antara kasian sama mau ketawa geli denger suamiku yg kewalahan, keringetan, nemenin raka yg histeris pup di wc imut pesawat ini cerita ttg kejadian di toilet sama Raka. Raka juga jadi uring2an selama di pesawat, krn dia harus nunggu 4jam sampai pesawat landing, baru bisa cari2 sayur yg belum tentu dapet itu, huehehe.... Ya gimana lagi, mmg ini konsekuensi yg harus Raka terima kan? Tapi justru proses2 seperti inilah tampaknya yang bikin Raka punya keyakinan bahwa sehari2 dia harus konsumsi sayuran, karena badannya memang butuh sayur.

By the way, memang proses merayu Raka supaya mau makan sayur ini kayaknya udah 1,5 tahun belakangan saya usahakan. Saya memang bukan tipe ibu yang suka memaksa anak makan sesuai kemauan saya. Raka selalu makan apa yang mau dia makan. Nasi pake telor aja, telornya aja tanpa nasi, bahkan sempet mogok makan nasi dan lauknya selama 1bulanan. Cuma mau minum susu, jus, roti sama kentang goreng. Ya saya biarkan aja ikuti apa maunya...

Eiiiiitssss... tapi bukan trus pasrah aja sama kemauan anak lho ya.... Dari pada ngomel2 nyuruh anak makan nasi, sayur dan lauknya, saya lebih suka main masak2an sambil kasih "pesan2 sponsor" di kegiatan bermainnya.

"Bunda mau pesen apa? Aku lagi jualan nih...." Raka mulai berperan sebagai pelayan plus koki.

"Hmmmmm, aku pesen nasi sama sayur bayem ya pak. Sayur bayemnya yg banyak ya biar pupnya gak sakit. Eh pake ayam panggang juga deh biar ada proteinnya. Minumnya jeruk peras ya, byk vitaminnya tuh...."

"OK, tunggu sebentar ya bunda...."  Rakapun langsung bergegas masak pesanan bunda... Hihihi lucu deh....

Awalnya sih saya rada nggak yakin juga, Raka yg waktu itu masih belum 2 tahun udah saya ajak ngobrol masalah beginian. Saya cuma ngejalanin saran para pakar aja. Kata mereka sih kita gak pernah tau kehebatan otak anak. Otak anak itu katanya lebih hebat dan lebih canggih dari yang kita bayangkan lho... Yawes lah, nggak ada ruginya ini, pikir saya...

Main masak2an ini lanjuuuuut terus sampai raka hampir menginjak usia 3 tahun. Ah, saya mah nggak masalah main masak2an sama Raka, walaupun Raka anak laki2. Emangnya laki2 nggak boleh masak? Toh dia juga main bola, binatang2an, mobil2n juga kan sama yandanya. Tapi menurut saya main masak2an ini kesempatan paling seru untuk menjelaskan banyak hal mengenai makanan, selain tentunya bacain cerita juga tentang ini.

Eeeeeeeeh, nggak nyangka deh, ternyata belakangan ada hasilnya juga nih. Raka sekarang kapok makan "kering2an". Sekarang, tiap hari dia minta dimasakin sayur. Favoritnya masih brokoli dan wortel. Dan porsinya juga nggak kira2 lho... 4 Panci ukuran sedang tiap harinya! Ampuuuuuun! Si Mbak sampe bolbal supermarket karena seringkali sayuran sepanci yg harusnya buat makan seharian dihabisin sebelum masuk jam makan siang!! Hahahahaaaa...

Kapok berat kayaknya dia dengan rasa sakit yg dirasakan pas pupnya keras, hihihiii.... Rakapun mulai belajar merasakan konsekuensi dari keputusan yang dia buat. Menurut saya sih pelajaran ini banyak bgt hikmahnya buat Raka. Dia belajar bertanggung jawab dengan dirinya sendiri, belajar berfikir, memutuskan perilaku atau  sikap yang harus diambil untuk dirinya sendiri. Kejadian ini juga membuat dia lebih yakin dgn nasihat ataupun masukan dari orang tuanya.

Sebenernya semua ini saya pelajari dari beberapa seminar yang saya bikin sendiri. Seperti teori2 yang ada dalam tema " Komunikasi Pengasuhan Anak" dan "Mendidik Anak dengan Cinta dan Logika" dengan pembicara Ibu Elly Risman, psi. Bagaimana bicara yang baik dengan anak, dan bagaimana ortu 'tega' membiarkan anak merasakan konsekuensi terhadap perilakunya.

Alhamdulillah... Misi saya untuk membuat Raka merasakan kalau makan itu adalah kebutuhan dirinya, bukan paksaan ortunya, BERHASIL!!! Masih banyak PR yang lain nih, perjalanan masih panjang. Tunggu ya.... Bunda belajar dulu sebelum menghadapi 'surprise' lainnya dari Raka.... Hueehehehehe...{jcomments on}

You are here: Home Parenting Akhirnya Raka Doyan Sayur...