6 Tips Mengatasi Rasa Bersalah Ibu Bekerja

Kali ini, saya mau kembali menyapa ibu bekerja. Menjadi ibu bekerja memang selalu mengundang dilema. Tidak terlibat secara penuh terhadap pengasuhan anak-anak dan mau nggak mau harus meninggalkan anak-anak dibawah pengasuhan orang lain memang menimbulkan rasa bersalah. Hati-hati lho Bunda, rasa bersalah yang terus menerus itu kan menguras energi.

Energi kita yang cuma segitu-gitunya bisa habis lho karena seharian merasa bersalah. Sementara kita musti punya sisa energi  setelah kecapekan pulang dari kantor, supaya masih bisa tersenyum dan bersabar menghadapi anak-anak yang mungkin malah rewel saat kita pulang ke rumah.

Iya, memang nggak mudah menjadi ibu yang punya tanggung jawab ganda. Mencari tambahan nafkah untuk keluarga, plus bertanggung jawab juga atas tumbuh kembang anak-anak. Tapi, mengeluh terus menerus plus uring-uringan karena tak berhenti merasa bersalah juga nggak ada manfaatnya. Buang jauh-jauh deh rasa bersalah yang menghantui setiap hari. Kalau mau dilihat dari sudut pandang syukur, harusnya kita merasa beruntung telah dikaruniai anak plus masih mendapat kesempatan emas untuk bisa bekerja di usia-usia produktif. Ya, kan? ;)

Nah, daripada memelihara rasa bersalah, yuk kita gunakan energi kita untuk  berpikir, apa sih yang bisa kita lakukan untuk membuat waktu-waktu bersama anak-anak jadi lebih berkualitas.

 

1.    Hadirlah sepenuh hati, sepenuh jiwa

Saat bersama anak-anak, tinggalkan sejenak masalah kantor. Jangan terus menerus menghabiskan waktu untuk memikirkan kepenatan di kantor yang nggak selesai-selesai. Masih ada hari esok untuk menyelesaikan urusan kantor. Saat dirumah, selain raga, hadirkan jiwa kita untuk ikut berbahagia bersama anak-anak. Rasakan serunya tertawa bersama anak walaupun hanya sebentar.

 

2.     Be silly!

Udah nggak jaman deh jadi orang tua yang jaim. Gimana kita mau mencairkan ketegangan di rumah kalau kita jaim terus? Anak-anak suka banget lho sama orang tua yang suka ngelawak dan bikin suasana rumah jadi selalu ceria. Sekarang gampang banget kok mencari bahan cerita yang lucu-lucu di internet. Memperlihatkan gaya-gaya lucu saat bernyanyi bersama-sama, atau berekspresi yang mengundang tawa saat bermain membuat anak-anak selalu merindukan kehadiran kita.

 

3.     Perbanyak pelukan dan ciuman untuk anak-anak

Sentuhan ibu selalu sukses menentramkan hati anak-anak. Mungkin nggak terlihat dengan instan, tapi pelukan dan ciuman selalu berhasil lho membuat hati anak jadi adem. Mulai dari balita yang rewel, sampai remaja yang suka galau, pelukan dan ciuman ibu selalu sukses jadi obat yang paling mujarab.

 

4.   Nggak usah baper saat melihat anak akrab dengan pengasuhnya atau nenek kakek yang ikut mengasuhnya

     

     Justru kita harus bersyukur Si Kecil punya sosok selain kita yang membuatnya merasa aman dan nyaman. Sedekat apapun mereka dengan orang lain, ibunya masih tetap kita, kok. 

 

5.     Pillow talk

Walaupun hanya waktu menjelang tidur saja sisa hari yang bisa dimanfaatkan dengan Si Kecil, jangan menyerah! Pillow talk yang asik selalu berhasil menjalin cinta dengan anak-anak. Dengarkan aja semua ceritanya yang terkadang ngalor ngidul. Jangan lupa untuk mendengarkan dengan hati. Ikut merasakan disaat hatinya bahagia, bete, atau bersedih.

 

6.     Jangan lupa skala prioritas

Walau kadang hadir undangan atau sekedar ajakan untuk ngopi sepulang kantor, penting banget untuk tau mana yang harus diprioritaskan. Kadangkala ibu bekerja juga perlu “me time” untuk menjaga hati agar terus bahagia, karena hanya ibu yang bahagia yang bisa membahagiakan anak-anaknya, kan? Tapi, kita juga musti tau disaat harus memprioritaskan waktu dengan anak-anak. Jangan segan untuk menolak ajakan atau undangan, terutama ketika kita merasa ingin menambah waktu kebersamaan dengan anak-anak.

Itu aja deh dulu tipsnya, nggak usah banyak-banyak. Setiap ibu punya cerita yang berbeda-beda. Tinggal kita rangkai cerita versi kita bersama anak-anak agar tetap indah untuk dikenang. 

You are here: Home Tips for Mom 6 Tips Mengatasi Rasa Bersalah Ibu Bekerja