Hati Juga Perlu Rekreasi

P

ernahkah seringkali merasa cepat marah, nggak sabar menghadapi anak-anak dengan segala polah tingkahnya ? Atau suka sebel sama pasangan, bahkan karena hal-hal kecil sekalipun. Kesel dikantor, sebel sama temen, macet dijalan, masalah orang lain juga ikut kita pikirin, sampai rasanya kadang-kadang emosi yang mampet dihati udah kepenuhan, dan rasanya ingin meledaaaaaaaak!!!!

Hihihi, kalo udah mulai merasa begini, dirasa emosi sudah mulai menumpuk, bisa jadi kita sering mengabaikan istirahat dan rekreasi hati yang biasa disebut dengan ‘me time’ yang wajib kita lakukan sehari-hari.  Karena rekreasi hati itu adalah kebutuhan harian, seperti juga istirahat fisik. Jadi, wajib dipenuhi setiap hari. Untuk itu, kita wajib menyediakan waktu untuk itu.

Kalau kebutuhan rekreasi hati sudah aman, tapi kita masih sering eror, berarti istirahat fisik kita terganggu. Coba deh dicek lagi, cukup nggak  jam tidurnya? Atau ada yang membuat istirahat fisik jadi nggak pol karena ada penyakit fisik yang perlu dicek, atau ada pikiran yang mengganggu. Mungkin juga ada endapan emosi purba yang belum selesai.

Endapan emosi purba ini biasanya berupa luka bathin dimasa lalu, yang masih terpendam, belum tuntas, sehingga endapan emosinya masih bisa bikin kita sering eror dimasa sektrang. Berikat saya merangkum hasil pencarian saya dari beberapa sumber

Berduka merujuk pada gejolak perasaan (emosi) yang cenderung negatif. Berduka selalu berangkat dari gagalnya pencapaian harapan. Berduka itu proses alamiah yang sebaiknya tidak dihambat, dilawan, diabaikan, ditolak, apalagi mencoba dimusnahkan; karena pasti gagal. Berduka memang biasa diawali oleh reaksi menolak/menyangkal , sebagai bentuk pertahanan diri yang ditujukan untuk mencegah hal itu terjadi. Lalu lanjut menjadi kemarahan, saat upaya mencegah gagal memenuhi harapan. Dapat memicu depresi kalau upaya berdamai dengan situasi tidak sanggup dilakukan. Akan berakhir aman jika fase depresi teratasi, karena itu berarti  ada kesediaan memaknai kedukaan sebagai fakta, secara objektif.

Nah, saluran emosi wajib lancar karena ‘kantong emosi’ itu ‘halte’, bukan ‘gudang.’ Kantong emosi dipakai kalo  letupan emosi terjadi, saat situasi nggak layak untuk melepaskan emosi. Tapiiiii, saat situasi memadai, energy emosi itu wajib dilepasin lewat saluran yang aman-nyaman. Supaya tuntas, sehingga haltenya kosong lagi dan siap nampung emosi saat dibutuhkan. Nah, cara paling sedep untuk melepaskan emosi itu adalah rekreasi hati iniiiii….

Yuk, mulai bikin jadwal untuk rekreasi hati setiap hari. Yang gampang-gampang dan bisa dikerjain dirumah sambil nyolong-nyolong waktu disela kehebohan rumah tangga aja. Misalnya: bengong, menghayal, jahit, nyulam, baca buku, nonton tv, luluran dikamar mandi, denger lagu, nulis, gambar. Saat ada waktu, saya biasanya suka nyanyi teriak-teriak di karaoke, hahaha… Makanya saya juga jadi suka banget nonton konser, bisa teriak-teriak juga nih, hihihi… Pergi bareng suami dan temen-temen, ketawa-ketawa sampai puas juga rekreasi hati banget deh… Saat ada waktu dan rejeki, jangan ragu sisihkan untuk jadwal liburan keluarga. Walau kadang terkesan pemborosan, tapi percaya deh, ini penting banget untuk merawat saluran emosi keluarga. Saat saluran emosi terawat baik, rasa nyaman menjalin hubungan dengan keluargapun akan terjalin manis….

Secure our own mask, before asissting others.....

 

 

You are here: Home Tips for Mom Hati Juga Perlu Rekreasi