tips for mom

Tetap Produktif Selama Bulan Suci Ramadhan

Bolehkah penderita anemia ikut menjalankan ibadah puasa? Saya yakin pertanyaan ini sudah menjadi pertanyaan wajib bagi Moms yang merupakan penderita anemia. Pertanyaan tersebut juga kerapkali muncul di benak saya sebagai salah satu wanita yang pernah mengalami anemia. Jawabannya, tentu bisa dong Moms. Namun, banyak hal yang harus Moms perhatikan sebelum akhirnya Moms memutuskan untuk menjalankan ibadah puasa.

Read more: Tetap Produktif Selama Bulan Suci Ramadhan

Senam Anemiaction untuk Indonesia yang Lebih Produktif

 

Sebagai salah satu wanita aktif yang pernah mengalami anemia, saya nggak akan pernah bosan untuk mengingatkan Moms semua mengenai betapa pentingnya untuk menyadari anemia sejak dini. Terkadang, banyaknya aktivitas sehari-hari bisa membuat kita nggak sadar jika sebenarnya kita mengalami gelaja-gejala anemia lho, Moms! Umumnya, gejala-gejala anemia seringkali dianggap sebagai gejala kelelahan karena banyaknya aktivitas yang kita jalani. Nah, justru anggapan seperti inilah yang harus kita hindari, karena jika gejalanya terus dibiarkan nantinya akan berakibat buruk bagi diri kita sendiri dan tentunya keluarga tercinta.

Kalau sudah begini, lalu langkah apa dong yang harus kita lakukan? Hmm, jika Moms seringkali mengalami badan yang mudah lelah dan pikiran sulit untuk berkonsentrasi, saya sarankan Moms untuk segera mengonsultasikannya ke dokter, ya! Nggak ada salahnya kan kalau kita memeriksakan diri sejak dini, seperti kata pepatah, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Terus, gimana ya caranya?

Read more: Senam Anemiaction untuk Indonesia yang Lebih Produktif

Tips Trik Makan Sehat ala Nandra Janniata

Senangnyaa jadi tamu di web ini :) *sruput teh yg disuguhin Mona dulu* jadi ceritanya diajak nulis soal mpasi nih, pengen share aja sebagai Ibu dari 2 anak yg cukup concern soal asupan utk anak. *Disclaimer, segala yg berkaitan dengan angka pada tulisan ini bukan patokan keharusan ya, kembali lagi pada masing-masing anak & lingkungannya :)*

Seiring perkembangan zaman otomatis ilmu terus berkembang, panduan WHO pun ikut mengubah kebijakan-kebijakan di dalamnya, MPASI sekarang lebih asyik loh dari MPASI 3 tahun lalu, jadi penerapan anak pertama saya beda dengan anak kedua sekarang ini. Kalau sekarang, hampir semua jenis bahan makanan boleh dicobain di masa-masa awal belajar, seperti daging merah (daging sapi/kambing) bisa dikenalkan di usia 6,5 bulan, ini dikarenakan imbauan soal pecegahan defisiensi zat besi yg marak terjadi belakangan. Di awal MPASI nggak perlu terpatok mau mulai buah/sayur/serelia dulu, semuanya baik, yg perlu diingat adalah makanan yang diberikan harus bisa menutupi kekurangan kalori yg dibutuhkan anak, jd jangan melulu kasih puree sayur/buah yg notabene hampir tdk ada kalorinya, jadi mirip orang diet deh kalo cuma makan itu aja, nanti ke dokter terus timbangannya nggak naik, malah panik :D.

Read more: Tips Trik Makan Sehat ala Nandra Janniata

You are here: Home Tips for Mom