parenting

Agar Anak Cinta Ramadhan

Awalnya saya bingung, bagaimana ya membuat anak-anak saya menjalani puasa ramadhan dengan menyenangkan. Karena kegiatan puasa yang harus menahan lapar dan haus ini adalah kegiatan yang kurang disukai oleh anak-anak. Setelah saya memahami bahwa anak, apalagi usia dibawah 7 tahun, masih pake konsep "enak", yang artinya mereka hanya mau menjalani hal-hal yang buat mereka enak, sepertinya menjadi sulit untuk membuat anak paham bahwa puasa adalah hal penting yang perlu mereka jalani. Lebih mudah berbicara puasa dan bulan ramadhan lewat konsep anak, yaitu konsep "enak". Mulailah saya berstrategi untuk membangun pemahaman anak bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang menyenangkan. Sehingga nantinya anak jadi lebih mudah menjalani puasa dengan konsep "enak".

Saat anak demam panggung

Pernah nggak ikut deg-degan dan nggak bisa tidur menjelang penampilan anak di acara sekolah? Atau justru sekarang parents sedang mengalami hal ini? Sambil berusaha menenangkan anak yang grogi, ternyata kita orang tuanya, justru merasa lebih panik dari si anak. Hihihi…

Jangankan untuk anak-anak, buat kita saja orang tuanya, rasanya nggak mudah untuk menghadapi pengalaman pertama melakukan sesuatu, apalagi didepan banyak orang. Pasti rasanya campur aduk. Antara senang, takut, cemas semua jadi satu. Bagi anak yang merasa grogi tampil dedepan umum, apalagi ini adalah pengalaman baru untuknya, suport orang tua tentunya sangat berarti disaat-saat seperti ini. 

Melatih anak menghadapi situasi sulit

Sering gemes nggak sih parents, saat anak-anak balita kita sedang main sama temannya, trus melihat mereka terjebak dalam situasi sulit? Rebutan mainan, diperlakukan kasar atau diejek sama anak lain. Walaupun kita suka gemes dan deg-degan melihat kejadian seperti ini, namun kenyataannya, semakin anak besar, semakin banyak dan semakin rumit situasi sulit yang mungkin mereka hadapi.

Setiap anak terjebak dalam situasi sulit, naluri kita sebagai orang tua yang ingin segera melindungi anak dari situasi tersebut-pun langsung menggelora. Tapi, coba deh kita berfikir lebih realistis. Mungkin nggak sih, kita sanggup untuk selalu melindungi anak, 24 jam dalam sehari, seumur hidup kita? Tentu jawabannya tidak. Karena itu, kita perlu menstimulasi anak untuk bisa melindungi dirinya sendiri. Jadi mulai sekarang, kita ajarin anak cara-cara dalam menghadapi situasi sulit yuk!

Saat nasihat ortu bikin anak bete

Gemes sama kelakuan anak-anak emang suka bikin mulut orang tua nggak tahaaaan pengen komentar. Udah dikasih peringatan akan resiko dari perilakunya, masih aja nekad melakukan aksinya. Pas anak kena getahnya, langsung deh aksi ceramah keluar dari mulut orang tua. Diawali dengan kalimat, "Tuuuuh kaaaaan. Apa tadi mama bilaaaang?!". Dan dilanjutkan dengan berbagai nasihat. Hehehe…

You are here: Home Parenting