parenting

My #Momazing Moment: Kagum pada Kemandirian si Bungsu

Hai Parents!, bagi Anda yang memiliki (atau pernah) memiliki anak balita pastinya pernah merasakan bagaimana ‘serunya’ menemani si kecil makan. Saat sedang makan, tentunya lazim bagi anak-anak untuk tak sengaja menumpahkan makanan, mengotori meja makan, ataupun tubuhnya sendiri. Suka lucu sendiri melihatnya saat wajah si kecil ‘cemong-cemong’ di mana-mana.

Sebagai orang tua, tentunya kita langsung siap siaga membereskan ‘kekacauan’ yang dihasilkan si buah hati. Namun, biasanya saya mengajak anak-anak untuk sama-sama membersihkan tumpahan makanan atau minuman setelah mereka selesai makan. Di suatu hari yang indah, tanpa saya duga, Syanala mengambil tisu dan berusaha membersihkan sendiri sisa-sisa tumpahan makanan atau minuman di permukaan meja tanpa disuruh!. Saya sampai terkagum-kagum dibuatnya. Sebagai info, Syanala baru akan menginjak usia 3 tahun.

Sebagai orang tua, kita boleh merasa bangga, karena sikap baik tersebut bukan hanya mencerminkan kecerdasan dan tingkat perseptivitas anak. Hal ini juga mengindikasikan bahwa anak memiliki rasa tanggung jawab yang besar dan karakter pribadi yang mandiri.

Read more: My #Momazing Moment: Kagum pada Kemandirian si Bungsu

Diperdaya Anak

Hai Parents! Pernah nggak merasa diperdaya oleh anak? Melihat anak pura-pura sakit, menangis dan marah hanya untuk mendapat apa maunya. Atau jelas-jelas melihat anak berbohong pada kita. Biasanya ini baru tahapan awal. Nggak sedikit juga yang akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang mengejutkan dan membuat si orang tua komen, “ Nggak mungkin anak saya melakukan itu! Saya tahu betul siapa dia… Saya ini ibunya! Yang mengasuh dia sejak bayi tanpa pengasuh!” 

Nah! Mau working mom atau at stay at home mom, pertanyaannya sama: Bener nih kita tahu siapa anak kita sebenarnya? Seperti kita, wajar aja anak-anak kadang menyembunyikan. Masalahnya, yang perlu diperhatikan justru, kenapa dia merasa perlu menyembunyikan sesuatu dari kita? Jawabannya sebenarnya ada pada kita. Karena persis seperti kita, pastinya anak merahasiakan sesuatu, karena apabila hal tersebut terungkap, akan menghasilkan dampak negatif bagi dirinya. Jadi mendingan bohong, daripada kalau jujur malah dimarahin sama mama. 

Read more: Diperdaya Anak

Kenapa sih anak-anak malas sekolah?

Orang tua yang anaknya mulai memasuki usia sekolah biasanya melewati masa-masa frustasi karena anaknya malas sekolah. Dari mulai malas bangun sekolah, malas ngerjain PR, malas belajar, nilainya turun, dan drama-drama lainnya. Supaya kita tau bagaimana cara memotivasi anak-anak agar nggak malas sekolah, kita juga perlu tahu kenapa anak-anak malas sekolah. Karena rasanya nggak bijaksana juga apabila kita menyimpulkan dengan memberi cap bahwa anak kita pemalas tanpa tahu sebetulnya kenapa sih anak-anak malas sekolah.

Kebutuhan dan kenyamanan adalah kata kuncinya. Karena kita nggak akan bisa melakukan hal apapun dengan optimal apabila kita merasa nggak nyaman. Misalnya saja, kita nggak akan bisa kerja dengan optimal kalau kita sedang sakit, atau sedang mengalami masalah yang cukup rumit dalam kehidupan pribadi kita. Demikian juga dengan anak-anak. Anak-anak nggak akan bisa bersekolah dengan optimal kalau sedang merasa nggak nyaman. 

Read more: Kenapa sih anak-anak malas sekolah?

Anakku Nakal

Dulu sering gemes dan ngerasa capek terus gara-gara ngerasa punya anak yang nakal. Rewel, nggak bisa diem, nggak bisa diatur, aduuuuh tiap hari bikin kepala pusing. Rasanya nggak sanggup menahan amarah akibat kelakuan anak-anak. Tapi pikir-pikir kalau setiap hari harus ngerasa begini, lama-lama bisa stroke. Karena fenomena “kenakalan” bisa dibilang fenomena yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita juga pada saat kita menjadi anak-anak. Tapi kok ya ketika kita menghadapi anak-anak dengan kenakalannya, kita nggak juga faham kenapa mereka melakukan itu, padahal kita pernah ada dimasa anak-anak dengan segala kenakalannya.

Read more: Anakku Nakal

You are here: Home Parenting