parenting

Si Kecil Hanya Mau Sama Ibu

Saya sering mendengar para ayah yang memiliki anak balita mengeluh sambil bersedih karena si kecil dekat sekali dengan ibunya. Kalau sama si ibu, mesraaaaaa bener dan maunya nempeeeel terus. Sementara si ayah jarang punya moment kedekatan seperti saat si kecil dengan ibunya. Bahkan nggak jarang anak malah menangis meronta-ronta saat ayah memeluknya. Padahal para ayah jaman sekarang banyak yang ingin terlibat dalam pengasuhan anak. Ingin berpartisipasi mendampingi tumbuh kembang si kecil. Sementara penolakan dari si kecil seringkali membuat ayah jadi patah hati.

Ayah boleh saja patah hati, tapi nggak perlu berkecil hati. Sebagian anak-anak memang punya keterikatan yang amat sangat pada ibunya. Wajar saja sih. Sejak dalam kandungan, anak-anak sudah merasakan kehangatan tubuh ibu, nyamannya mendengar detak jantung ibu. Disambung lagi saat anak lahir, mulai deh merasakan kenyamanan mencium aroma tubuh ibu yang khas, dan damainya dalam dekapan ibu. Secara natural, anak terbiasa merasa bahwa ibu adalah tempat ternyaman untuknya, Jadi para ayah nggak perlu bersaing kasih sayang dengan sang ibu. Tapi ayah tetap bisa lho membangun suasana seru agar anak juga mau menjalin kedekatan dengan ayah.

Read more: Si Kecil Hanya Mau Sama Ibu

Super Mom atau Smart Mom

Menjadi ibu pada jaman sekarang nampaknya punya tuntutan yang lebih banyak dibanding menjadi ibu jaman dulu. Maksud saya, banyak peran yang harus kita jalani di jaman sekarang ini. Setelah menikah dan punya anak, perempuan biasanya dituntut untuk menjadi ibu, istri, manager rumah tangga, menantu, pendamping suami, anggota masyarakat, anggota ibu sekolah. Belum lagi perannya sebaga ibu bekerja, karyawan, atau bahkan bos dikantor, dengan segala kewajiban, termasuk kewajiban untuk bersosialisasi. 

 Bayangkan kalau berbagai peran tersebut kita jalankan secara berbarengan. Ditambah lagi sebagai super mom,  kita ingin menjadi yang terbaik disegala peran kita. Selalu update, bersikap lebih baik dari hari ke hari, ditambah lagi harus menghadapi tantangan yang pastinya semakin hari semakin meningkat. Nah, kalau kita memaksa menjalankan semua peran dengan sempurna secara berbarengan, nggak heran sih kalau setiap hari rasanya kepala kita berasap dan ingin meledak. 

Read more: Super Mom atau Smart Mom

Anakku mulai ABG

Nggak kerasa, Davina, anak pertama saya sudah mulai ABG. Nggak lama lagi meninggalkan bangku SD dan mulai menjejakkan kaki ke masa-masa SMP. Nggak kerasa deh, anak bayi saya yang satu ini sudah mulai menginjakkan kaki ke masa-masa remaja. Sebagai orang tua sih saya berharap punya hubungan yang mesra dengan si gadis remaja saya ini. Tapi pada kenyataannya, menjalin hubungan yang harmonis dengan anak remaja nggak gampang juga lho. 

Banyak hal yang sudah berubah. Kita sebagai orang tua juga dituntut untuk banyak beradaptasi dengan si ABG. Nggak usah jauh-jauh deh, cara bicaranya yang khas ABG, dengan reaksi hebohnya kadang masih bikin saya terkaget-kaget. Rasanya gemeeeeessss pengen nyuruh dia stop bersikap kehebohan. Tapi saya buru-buru sadar, bahwa kayaknya saya deh yang harus menahan diri dan cepat berdaptasi dengan perubahan sikapnya. Kalau saya protes terus, bukannya hubungan kami semakin asik, yang ada si ABG makin menjauh karena saya yang nggak asik, hehehe…

Read more: Anakku mulai ABG

Saatnya Kencan Dengan Anakku

Jadi orang tua memang harus kreatif. Mulai dari mencari ide tentang apa menu makanan yang menarik untuk dihidangkan dimeja setiap hari, apa mainan yang seru yang bisa dimainkan bareng anak-anak, minggu ini liburan kemana, bagaimana mengajak anak belajar dengan riang, bagaimana mengelola emosi supaya tetap sabar dengan anak-anak, and many more…

Tapi, kadang otak kita sebagai orang tua kan juga suka mampet ya. Mungkin saking kelelahan dengan aktifitas harian yang lagi padat-padatnya memang bisa bikin otak jadi beku dan nggak lagi punya daya untuk mikirin hal-hal menyenangkan untuk anak-anak juga keluarga. Nah, disaat-saat kayak gini seringkali kita butuh inspirasi nih. Ngintip kebiasaan seru dikeluarga lain adalah salah satu yang suka saya lakukan saat ide-ide kreatif lagi nggak mampir dikepala. Zaman media sosial gini, bikin kita semakin gampang melihat apa yang keluarga lain lakukan untuk membuat hati anak-anak jadi adem. Dan kali ini, inspirasi hadir dari keluarga sahabat saya yang rutin melakukan ‘Sundate’

Read more: Saatnya Kencan Dengan Anakku

You are here: Home Parenting