parenting

Kapan anak mulai sekolah?

Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan kepada saya via twitter. Agak sulit bagi saya menjawab dengan singkat. Karena jawabannya adalah tergantung tujuan masing-masing orang tua tentang konsep sekolah itu sendiri.

Pertama, tanyakan pada diri kita sendiri dulu, kita ingin anak kita sekolah sebenarnya untuk siapa? Banyak orang tua menjawab, "Ya buat anaknya laaaah…". Tapi pada kenyataan yang banyak terjadi adalah karena orang tua perlu "me time" yang bisa didapat saat anak sekolah. Atau karena orang tua ingin sekali melihat si anak meneruskan cita-cita orang tua yang dulu nggak kesampaian. Dan kemudian sekolah dimaknai sebagai sebuah keharusan. Padahal sesungguhnya, sekolah itu perlu, bukan harus.

Haruskah kakak mengalah terus?

Terlanjur beredar budaya di masyarakat kita, bahwa dalam hubungan kakak-adik, kakak punya kewajiban untuk mengalah kepada adiknya. Padahal seringkali saat mereka bersengketa, biang keroknya justru si adik. Dalam kondisi ini, karena adik masih kecil dan dianggap lebih lemah dari si kakak, maka kakak diharuskan ngalah sama adiknya.

Yup! Di masyarakat, kita masih mengusung budaya "membela yang lemah". Padahal sesungguhnya yang baiknya dilakukan adalah "membela yang benar". Karena adik dianggap lebih lemah dari kakak, maka seringkali orang tua membela adik dengan mewajibkan kakak untuk mengalah. Karena mengalah itu nggak enak, maka ini akan merusak relasi kakak dengan adiknya. Karena sejak ada adik, orang tua jadi nggak sayang sama kakak. Nggak membela kakak walaupun kakak melakukan kebenaran. Bukan cuma relasi kakak dengan adik saja yang rusak, namun relasi kakak dengan orang tua juga ikut rusak.

Parenting itu apa sih?

Enam tahun pertama sebagai orang tua, saya sempat terombang-ambing tanpa arah. Nggak tau tujuan mengasuh anak saya. Cita-cita sih banyak, pengen anaknya pinter, sehat, bertanggung jawab, mandiri, dan segudang cita-cita lainnya. Tapi caranya gimana? Ini dia yang saya nggak tau. Nggak tau juga harus cari informasi kemana pada saat itu.

Menjadi teman terbaik untuk anak

Saya mau sedikit bercerita tentang Saya dan Davina, anak pertama saya yang saat ini sudah berusia 10 tahun. Dulu,saat Davina masih balita, hubungan saya dan Davina sama sekali nggak asik. Kebiasaan saya yang suka memaksakan kehendak pada Davina, marah-marah, melarang-melarang dan menghukum Davina, membuat Davina tumbuh menjadi anak yang defensif. Selalu ambil ancang-ancang untuk membela diri tiap bertatap muka dengan saya. Apalagi kalau sifat saya yang suka memaksa lagi kumat. Harus mandi sekarang! Harus makan sekarang! Harus tidur siang sekarang! Wuiiiih, nggak pake lama, kondisi seperti ini bikin Davina segera eror. Plus lama kelamaan Davina menjadi anak yang suka maksa, karena ternyata dia belajar memaksa dari ibunya.

You are here: Home Parenting