parenting

Libur jadi ibu

Setelah merasakan menjadi ibu untuk ketiga anak yang luar biasa, saya semakin setuju dengan berbagai pujian dan kiasan untuk para ibu. Bahwa ibu adalah sosok luar biasa. Cahaya ditengah kegelapan. Yang kasih sayangnya bagai mentari yang menyinari dunia, terus memberi tanpa berharap kembali. 

Menjadi seorang ibu memang tugas mulia. Tapi coba jujur deh, pernah nggak merasa lelah berperan sebagai seorang ibu? Apalagi ibu rumah tangga dan punya bayi pula. Lupa makan sampai siang saking sibuknya urus anak-anak, kurang tidur, kadang mandi saja harus buru-buru karena si kecil memanggil disertai dengan tangisan. Ada juga masa-masa ibu sibuk antar jemput sekolah dan atur waktu les dengan segala dramanya, belum lagi mengatur perasaan menghadapi anak-anak. Kadang rasanya kok nggak punya waktu untuk diri sendiri.

Read more: Libur jadi ibu

Peduli atau ikut campur

Kali ini saya mau cerita tentang peran saya sehari-hari sebagai orang tua. Mungkin... Mungkin lho yaaa.. Dimata orang tua lain disekolah anak-anak saya, saya dinilai sebagai orang tua yang cuek. Terutama untuk Davina, putri pertama saya yang sekarang sudah kelas 6SD. Sejak dulu saya memang jarang tanya2 tentang masalah anak-anak ke gurunya, nggak pernah ngecek PR, sampai kalau masuk musim ujian saya juga nggak mengharuskan Davina belajar. Saya juga nggak kepo tanya sana-sini tentang kejadian anak-anak disekolah.

Sebenarnya sih saya bukan cuek. Bukan nggak mau repot atau nggak mau tahu urusan anak-anak apalagi nggak peduli dengan kebutuhan mereka. Kepo sih sebenarnya sering juga mampir dibenak saya. Tapi memang saya tahan-tahan setengah mati karena saya nggak ingin gara-gara kepo malah bikin anak-anak jadi nggak nyaman sama saya dan membuat hubungan kami jadi nggak enak. Saya juga nggak ingin anak-anak menilai saya sebagai orang tua yang rese dan nggak asik. Jadi saya bedakan antara peduli dan ikut campur.

Read more: Peduli atau ikut campur

Rute asuh didik

Mulai nih masuk musim cari sekolah buat anak-anak. Banyak orang tua yang bingung dan dilema anak-anak mau sekolah dimana. Karena sekarang banyak sekali pilihan sekolah dengan keunggulan yang berbeda-beda. Karena ingin yang terbaik buat anak, biasanya orang tua rela mengunjungi satu persatu sekolah-sekolah yang jadi referensi. Bukan hanya fasilitas aja yang dicek, biasanya yang menjadi perhatian paling besar adalah kurikulum dan cara belajar disekolah tersebut. Lalu kemudian, setelah anak mulai bersekolah, biasanya orang tua terus melakukan kontrol berkala dan mengkritisi cara guru mengajar, kurikulum yang diberikan dan segala yang berkaitan dengan perkembangan anak.

Sementara itu, sadarkah kita sebagai orang tua bahwa sekolah utama anak-anak adalah dirumah. Guru pertama dan guru utama anak-anak adalah kita, orang tua mereka. Orang tua adalah guru utama yang membimbing anak-anak tumbuh menjadi manusia yang dewasa, mandiri, bertanggung jawab, peduli dan juga bermanfaat bagi sesama. Apakah kita punya kurikulum belajarnya? 

Read more: Rute asuh didik

Mendongeng untuk anak

Zaman dulu kayaknya hampir semua orang tua mendongeng untuk anaknya yah… Tapi zaman sekarang masih banyak nggak sih orang tua yang mendongeng untuk anak? Di keluarga kami masih. Soalnya mendongeng yang biasanya dilakukan sebelum tidur itu, kesempatan emas banget untuk menjalin kedekatan dengan anak, terutama buat keluarga di ibukota yang biasanya super sibuk dan hanya punya sedikit waktu untuk anak. Saat jalanan kurang bersahabat dan membuat orang tua pekerja baru sampai dirumah saat anak mau tidur, mendongeng bisa jadi satu kegiatan menyenangkan yang berkesan untuk terus memelihara kedekatan hati dengan anak. Asal mendongengnya dilakukan sepenuh hati.

Mendongeng sepenuh hati ini punya banyak banget manfaat selain terjalinnya kedekatan antara orang tua dan anak. Selain membangkitkan minat baca pada anak, dan mengembangkan daya imajinasi pada anak, mendongeng juga bisa meningkatkan keterampilan berbahasa. Terutama buat anak-anak batita yang masih terus menambah perbendaharaan kata mereka. Tapi untuk anak yang lebih besar juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan verbal. Membuat anak semakin terlatih dalam kemampuannya berbahasa dan bertutur kata dengan baik.

Read more: Mendongeng untuk anak

You are here: Home Parenting