parenting

Anakku Beranjak Remaja

Nggak kerasa Mima, anak pertama saya, yang rasanya baru kemarin lahir, sekarang sudah beranjak remaja. Rasanya baru kemarin dia menangis berguling-guling di lantai saat keinginannya nggak terkabul. Tapi sekarang, sudah bisa pinjam baju dan sepatu saya. Bukan hanya fisiknya yang mulai berubah jadi lebih besar, tetapi pola pikir dan emosinya juga berubah. Pada umumnya kebanyakan remaja memang mengalami kondisi seperti ini. Jadi nggak heran kalau ayah dan bunda memiliki anak remaja yang kadang bersemangat, tapi tiba-tiba sensitif dan mudah tersinggung. Mungkin hal seperti ini bisa membuat orang tua sangat kaget karena bahkan si kecil yang beranjak remaja tiba-tiba cepat marah, kecewa ataupun sedih dengan reaksi yang tampak berlebihan. Tapi kalau ini terjadi, ingat ya kalau ini dipengaruhi oleh hormon. 

Read more: Anakku Beranjak Remaja

Anakku Beranjak Remaja

Nggak kerasa Mima, anak pertama saya, yang rasanya baru kemarin lahir, sekarang sudah beranjak remaja. Rasanya baru kemarin dia menangis berguling-guling di lantai saat keinginannya nggak terkabul. Tapi sekarang, sudah bisa pinjam baju dan sepatu saya. Bukan hanya fisiknya yang mulai berubah jadi lebih besar, tetapi pola pikir dan emosinya juga berubah. Pada umumnya kebanyakan remaja memang mengalami kondisi seperti ini. Jadi nggak heran kalau ayah dan bunda memiliki anak remaja yang kadang bersemangat, tapi tiba-tiba sensitif dan mudah tersinggung. Mungkin hal seperti ini bisa membuat orang tua sangat kaget karena bahkan si kecil yang beranjak remaja tiba-tiba cepat marah, kecewa ataupun sedih dengan reaksi yang tampak berlebihan. Tapi kalau ini terjadi, ingat ya kalau ini dipengaruhi oleh hormon. 
 
Kenapa kita, orang tuanya perlu ingat kalau emosi si remaja yang berubah-ubah terpengaruh oleh perubahan hormon di tubuh mereka? Supaya kita lebih mudah mengerti kondisi mereka. Wajar aja kalau orang tua merasa bingung terhadap perubahan ini. Memahami kondisi si remaja dengan mencari info sebanyak-banyaknya akan membuat kita lebih mudah melalui masa-masa ini. Biasanya drama di mulai saat anak berusia 10-12 tahun. Pada usia ini, mereka bukan lagi si kecil kita yang bisa kita ajak mematuhi peraturan yang kita buat dirumah. Pada usia ini kemungkinan ia justru akan menentang pendapat-pendapat kita. Ia ingin menunjukkan pada kita bahwa ia punya pendapatnya sendiri.  Ingat yaaaa, jangan terpancing untuk beragumentasi dengan pendapatnya. Apalagi sambil berusaha meyakinkannya bahwa pendapat kita yang benar. Wah, bisa perang dunia nih! Hehehe… 
 
Usia remaja adalah usia peralihan. Saat anak bukan lagi anak kecil, tapi juga belum bisa disebut dewasa. Mereka sudah punya keinginan yang sangat kuat untuk mandiri, dan lepas dari orang tua. Tapi disisi lain, pada dasarnya remaja masih memerlukan bantuan dan dukungan bahkan perlindungan orang tua untuk melalui masa-masa ini dengan aman. Menjadi orang tua bagi si anak remaja memang menantang. Tantangan terbesar adalah bagaimana kita bisa tetap mendampingi mereka, tanpa membuat mereka merasa diatur dan dimonitor. Karena itu, sangat penting bersahabat dengan anak. Caranya adalah dengan membuat anak merasa kita adalah teman yang asik diajak bicara. Jangan membuat anak jadi merasa bahwa mama dan  papanya resek. Ini akan membuat mereka malas berdekatan dengan kita. Apabila ini terjadi, kita jadi kehilangan kesempatan untuk mendampingi masa remajanya yang rentan terhadap pengaruh negatif.
 
Kita juga perlu mengerti bahwa mereka ingin dianggap penting. Apabila kita sering meremehkan pendapat-pendapatnya, akan membuat anak remaja kita depresi dan merasa nggak dibutuhkan. Ini yang seringkali memicu kasus bunuh diri di kalangan remaja. Ketika mereka merasa nggak diterima dan merasa nggak berarti buat orang tua dan teman-temannya, ini akan memicu depresi bagi anak remaja. Seringkali saya membuat kondisi agar mima merasa keberadaannya berarti. Misalnya dengan meminta tolong mima untuk mengerjakan sesuatu un tuk saya. Setelah itu, saya mengucapkan terima kasih dan  juga nggak lupa saya mengucapkan ‘magic words’ untuk si remaja ini: “Untung ada kamu!”. Dengan ini, si remaja jadi merasa berarti di keluarganya. Apabila si remaja merasa berarti, ia akan merasa nyaman ditengah keluarganya. Ini membuka peluang yang sangat besar bagi orang tua untuk tetap dekat denmgan si remaja.
 
Pengalaman saya menghadapi si remaja ini memang mudah diceritakan, tapi sama sekali nggak mudah saat menghadapinya. Jadi apabila ayah dan bunda merasa sulit saat menjalaninya, jangan merasa gagal ya… Perasaan seperti itu wajar aja muncul ketika mendampingi remaja dengan segala problematikanya. Tetap semamngat!  Mungkin memang nggak mudah, tapi kita pasti  bisa mendampingi remaja kita dengan manis, sampai ke gerbang kedewasaannya. 

Yuk Bereskan Mainan Sendiri!

Dunia anak adalah dunia bermain. Tapi banyak orang tua jaman sekarang lebih senang apabila anak-anak bermain gadget karena anak lebih antemng damn rumah juga lebih rapih. Tapi sebenarnya bermain tanpa gadget juga sangat penting lho buat perkembangan motorik anak. Anak bersentuhan langsung dengan berbagai objek dengan berbagai bentuk dan tekstur. Gerakan membuka, menutup, menarik, juga  mendorong mainan juga sangat penting untuk kesiapan anak dalam menulis nantintya. Tapi ya memang konsekwensi yang dihadap[i orang tua biasanya adalah rumah yang akhirnya jadi berantakan akibat sisa-sisa permainan anak. Nggak usah khawatir, langsung saja biasakan anak-anak untuk membereskan mainannya sendiri setelah bermain. 

Read more: Yuk Bereskan Mainan Sendiri!

Ibu Sumber Kasih Sayang Keluarga

Kita semua pastinya tahu bahwa ibu memegang peranan yang sangat penting dalam keluarga. Wah, kalau dijabarkan satu per satu sih pastinya panjaaaaaang banget list-nya. Saking banyaknya peranan dan tugas ibu di keluarga, bagi ibu bekerja yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga, sebagian tugas akhirnya didelegasikan ke orang lain. Beberapa pekerjaan rumah tangga mungkin bisa dioper ke asisten rumah tangga, sementara untuk urusan anak-anak di siang hari bisa juga didelegasikan kepada orang tua atau mertua. Tapi ada satu peranan penting yang tampak menonjol dan sangat spesifik bagi seorang ibu yang nampaknya sulit digantikan oleh orang lain, bahksn oleh ayah sekalipun. Yaitu peranan ibu sebagai sumber kasih sayang di keluarga.

Read more: Ibu Sumber Kasih Sayang Keluarga

You are here: Home Parenting