parenting

Ibu Bekerja, Anak Hebat!

Kali ini saya ingin menyapa para ibu bekerja. Menjadi ibu dengan peran ganda memang nggak mudah sama sekali, tapi kondisi ekonomi kadang membuat seorang ibu nggak punya pilihan lain selain bekerja. Sering muncul rasa bersalah yang salah satunya disebabkan karena mau nggak mau harus menitipkan pengasuhan anak pada orang lain. Selain rasa bersalah yang timbul tenggelam, perasaan yang kadang muncul adalah rasa kelelahan dan merasa bahwa hidup itu nggak adil. Padahal, perasaan-perasaan seperti ini justru menimbulkan keresahan di hati dan membuat pikiran terus melayang-layang ke rumah dan nggak fokus. Bahaya banget nih, apalagi buat ibu yang nyetir sendiri saat ke kantor dan pulang ke rumah. Yang lebih bahaya lagi, perasaan-perasaan seperti ini membuat ibu sulit merasakan bahagia di hati. 

Read more: Ibu Bekerja, Anak Hebat!

Aku Orang Tua Pilih Kasih?

Mungkin sama dengan orang tua lain, tiba-tiba saya baru menyadari bahwa usaha cukup keras memang saya lakukan agar nggak tampak sebagai orang tua yang pilih kasih terhadap anaknya. Karena menurut pengalaman, jadi anak yang merasa paling disayang hampir sama nggak enaknya dengan menjadi anak yang merasa paling nggak disayang. Menjadi anak yang merasa nggak disayang sih pasti nggak enak banget karena akhirnya tumbuh dengan rasa nggak berharga, nggak percaya diri, nggak berguna, dan lain sebagainya. Menjadi anak yang paling disayang juga akhirnya menderita apalagi ketika kita tersadar saudara kita sendiri tumbuh dengan perasaan iri bahkan benci pada kita. Wah, bisa jadi drama seumur hidup deh pokoknya!

Read more: Aku Orang Tua Pilih Kasih?

Anakku Pemalu

Kalau saya buka sesi tanya jawab di Instagram, selalu saja ada pertanyaan hasil gundah hati seorang ibu yang punya anak pemalu. Saat anak mulai sekolah, banyak ibu berharap Si Kecil bisa bersosialisasi dengan baik. Melihat kenyataan bahwa mereka tak mudah bersosialisasi dengan temannya, beberapa ibu merasa cemas dan mulai mencari solusi agar Si Kecil tak lagi malu-malu dalam bersosialisasi. 

Setelah anak masuk sekolah biasanya orang tua mulai membandingkan anaknya dengan teman-temannya yang lain. Ada anak yang lebih berani bicara, ada anak yang lebih berani memimpin barisan, ada juga anak yang lebih berani tampil di panggung. Hal ini tak jarang membuat orang tua merasa ingin juga Si Kecil memiliki segudang kemampuan seperti yang dimiliki oleh teman-temannya. Tetapi memang nyatanya tiap anak punya kepribadian dan kelebihan yang berbeda. Masalahnya, ibu-ibu kalau lagi kumpul suka nggak sadar ngegosipin perilaku anaknya dengan ibu lain langsung di depan anaknya. “Yaaaaaa, maklum deeeeh si kakak mah pemaluuuu!!! Susaaaah kalau diajak kenalan. Disuruh salim aja nggak mau!”. Walaupun Si Kecil tampak pemalu, hindari membicarakan kekurangannya ini di depan mereka, karena hal ini seringkali justru membuatnya merasa semakin malu dan semakin minder alias tidak percaya diri. 

Read more: Anakku Pemalu

Anak Suka Meniru Temannya

Rasanya pasti seneng banget deh liat Si Kecil mulai sekolah. Mulai terlibat dalam rutinitas yang seru, mulai belajar banyak hal. Bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan baru pastinya jadi hal menarik buat anak-anak. Tapi nggak sedikit juga nih orang tua yang akhirnya mengeluh karena merasa sejak sekolah, anak-anak jadi mulai meniru perilaku temannya yang negatif. Memukul, berteriak, mencubit, meludah, berkata kasar, dan banyak hal lain. Semenjak sekolah, mulai bermunculan deh perilaku anak yang tadinya nggak pernah kita lihat. 

Read more: Anak Suka Meniru Temannya

You are here: Home Parenting