parenting

Anakku mulai ABG

Nggak kerasa, Davina, anak pertama saya sudah mulai ABG. Nggak lama lagi meninggalkan bangku SD dan mulai menjejakkan kaki ke masa-masa SMP. Nggak kerasa deh, anak bayi saya yang satu ini sudah mulai menginjakkan kaki ke masa-masa remaja. Sebagai orang tua sih saya berharap punya hubungan yang mesra dengan si gadis remaja saya ini. Tapi pada kenyataannya, menjalin hubungan yang harmonis dengan anak remaja nggak gampang juga lho. 

Banyak hal yang sudah berubah. Kita sebagai orang tua juga dituntut untuk banyak beradaptasi dengan si ABG. Nggak usah jauh-jauh deh, cara bicaranya yang khas ABG, dengan reaksi hebohnya kadang masih bikin saya terkaget-kaget. Rasanya gemeeeeessss pengen nyuruh dia stop bersikap kehebohan. Tapi saya buru-buru sadar, bahwa kayaknya saya deh yang harus menahan diri dan cepat berdaptasi dengan perubahan sikapnya. Kalau saya protes terus, bukannya hubungan kami semakin asik, yang ada si ABG makin menjauh karena saya yang nggak asik, hehehe…

Read more: Anakku mulai ABG

Saatnya Kencan Dengan Anakku

Jadi orang tua memang harus kreatif. Mulai dari mencari ide tentang apa menu makanan yang menarik untuk dihidangkan dimeja setiap hari, apa mainan yang seru yang bisa dimainkan bareng anak-anak, minggu ini liburan kemana, bagaimana mengajak anak belajar dengan riang, bagaimana mengelola emosi supaya tetap sabar dengan anak-anak, and many more…

Tapi, kadang otak kita sebagai orang tua kan juga suka mampet ya. Mungkin saking kelelahan dengan aktifitas harian yang lagi padat-padatnya memang bisa bikin otak jadi beku dan nggak lagi punya daya untuk mikirin hal-hal menyenangkan untuk anak-anak juga keluarga. Nah, disaat-saat kayak gini seringkali kita butuh inspirasi nih. Ngintip kebiasaan seru dikeluarga lain adalah salah satu yang suka saya lakukan saat ide-ide kreatif lagi nggak mampir dikepala. Zaman media sosial gini, bikin kita semakin gampang melihat apa yang keluarga lain lakukan untuk membuat hati anak-anak jadi adem. Dan kali ini, inspirasi hadir dari keluarga sahabat saya yang rutin melakukan ‘Sundate’

Read more: Saatnya Kencan Dengan Anakku

My #Momazing Moment: Kagum pada Kemandirian si Bungsu

Hai Parents!, bagi Anda yang memiliki (atau pernah) memiliki anak balita pastinya pernah merasakan bagaimana ‘serunya’ menemani si kecil makan. Saat sedang makan, tentunya lazim bagi anak-anak untuk tak sengaja menumpahkan makanan, mengotori meja makan, ataupun tubuhnya sendiri. Suka lucu sendiri melihatnya saat wajah si kecil ‘cemong-cemong’ di mana-mana.

Sebagai orang tua, tentunya kita langsung siap siaga membereskan ‘kekacauan’ yang dihasilkan si buah hati. Namun, biasanya saya mengajak anak-anak untuk sama-sama membersihkan tumpahan makanan atau minuman setelah mereka selesai makan. Di suatu hari yang indah, tanpa saya duga, Syanala mengambil tisu dan berusaha membersihkan sendiri sisa-sisa tumpahan makanan atau minuman di permukaan meja tanpa disuruh!. Saya sampai terkagum-kagum dibuatnya. Sebagai info, Syanala baru akan menginjak usia 3 tahun.

Read more: My #Momazing Moment: Kagum pada Kemandirian si Bungsu

Diperdaya Anak

Hai Parents! Pernah nggak merasa diperdaya oleh anak? Melihat anak pura-pura sakit, menangis dan marah hanya untuk mendapat apa maunya. Atau jelas-jelas melihat anak berbohong pada kita. Biasanya ini baru tahapan awal. Nggak sedikit juga yang akhirnya berkembang menjadi sesuatu yang mengejutkan dan membuat si orang tua komen, “ Nggak mungkin anak saya melakukan itu! Saya tahu betul siapa dia… Saya ini ibunya! Yang mengasuh dia sejak bayi tanpa pengasuh!” 

Nah! Mau working mom atau at stay at home mom, pertanyaannya sama: Bener nih kita tahu siapa anak kita sebenarnya? Seperti kita, wajar aja anak-anak kadang menyembunyikan. Masalahnya, yang perlu diperhatikan justru, kenapa dia merasa perlu menyembunyikan sesuatu dari kita? Jawabannya sebenarnya ada pada kita. Karena persis seperti kita, pastinya anak merahasiakan sesuatu, karena apabila hal tersebut terungkap, akan menghasilkan dampak negatif bagi dirinya. Jadi mendingan bohong, daripada kalau jujur malah dimarahin sama mama. 

Read more: Diperdaya Anak

You are here: Home Parenting