parenting

Pengalaman Raka Belajar Puasa

Kali ini saya mau cerita tentang pengalama Raka, anak kedua saya yang berusia 6 tahun belajar berpuasa. Sebenarnya sudah lama saya grogi tentang ini. Karena rasanya kok lebih sulit mengajak anak laki-laki untuk belajar beribadah dibanding memotivasi anak perempuan. Ya balik lagi, memang setiap anak punya keunikan sih. Nggak laki-laki, nggak perempuan. Tapi untuk Raka, rasanya saya benar-benar harus memutar otak untuk mulai mendampinginya belajar berpuasa. Apalagi memang saya sudah berniat untuk membangun suasana yang asik dan menyenangkan saat puasa dibulan ramadhan.

Bulan ramadhan tahun lalu berhasil dilalui Raka dengan puasa setengah hari tanpa sahur. Waktu sahur diganti dengan sarapan pagi seperti biasa. Lalu dilanjutkan dengan menahan makan dan minum sampai adzan dzuhur. Lanjut puasa lagi sampai adzan ashar. Kemudian lanjut puasa lagi sampai adzan maghrib. Model puasa seperti ini dijalankan oleh Raka tanpa tantangan yang berarti. Tapi cukup efektif untuk mengenalkan Raka dengan suasana puasa dibulan Ramadhan. Tapi untuk tahun ini, kami mencoba sesuatu yang baru, yaitu mengenalkan Raka dengan puasa lengkap dengan bangun sahur sebelum subuh. Bangun saat sahur ini ternyata bermanfaat untuk melatih kedisiplinan dan kemampuan anak beradaptasi dengan aturan baru. Walaupun tetap nggak memaksa Raka untuk menjalankan puasa satu hari penuh. Setidaknya dengan mulai belajar bangun sahur, ada progres yang terasa dibandingkan tahun lalu.

Read more: Pengalaman Raka Belajar Puasa

Agar Anak Semangat Bangun Sahur

Proses mendampingi anak-anak belajar puasa memang penuh dengan pengalaman-pengalam seru. Kalau mau diurut, yang masuk peringkat paling seru teratas mungkin adalah: membangunkan anak saat sahur. Perlu memutar otak memang untuk bangunin anak-anak sahur. Sementara buat saya, saya inginnya pengalaman bulan ramadhan bisa jadi salah satu pengalaman yang menyenangkan buat anak-anak, supaya memori anak tentang bulan ramadhan yang tersimpan dikepala mereka adalah memori-memori yang menyenangkan. Namun tantangannya adalah, membuat momen sahur menjadi memori yang menyenangkan untuk anak-anak. 

Bertukar pengalaman dengan orang tua lain bisa jadi obat dari kebingungan ini. Pengalaman saya, saya sudah mulai mencari-cari refrensi bagaimana cara membangunkan anak sahur mulai dari sebelum masuk bulan ramadhan. Karena kebayang kan, buat kita saja orang dewasa, butuh perjuangan untuk bangun sahur dan membangkitkan selera makan pada jam yang biasanya kita gunakan untuk tidur dengan waktu sahur yang terbatas. Padahal kegiatan sahur ini adalah salah satu kegiatan yang penting dilakukan dalam rangka memasok energi dan nutrisi yang akan kita gunakan selama satu hari berpuasa. 

Read more: Agar Anak Semangat Bangun Sahur

Sulitnya Mengasuh Anak

Hari ini saya mau ucapin banyak terima kasih buat parents yang udah setia baca sharing saya tentang gimana saya mengasuh dan mendidik anak-anak. Walaupun saya sebenarnya bukan expert. Tapi memang beberapa tahun belakangan saya termasuk orang yang sangat penasaran dengan berbagai ilmu tentang mengasuh dan mendidik anak. Dari mulai browsing-browsing di internet cari cara yang tepat menghadapi anak-anak, ikutan banyak banget arisan demi mendengar sharing teman-teman tentang menghadapi anak-anak, sampai baca buku dan ikutan banyak seminar dan juga pelatihan parenting saya jabanin deh semuanya. 

Tapi pastinya saya nggak sendirian. Pasti banyak banget deh orang tua yang punya pengalaman yang sama seperti saya. Demi bisa mengasuh dan mendidik anak dengan baik, cari ilmu kemana-mana. Walaupun ilmu yang didapat sama banyaknya, pengalaman orang tua dalam perjalanan mengasuh dan mendidik anak bisa berbeda-beda. Nggak sedikit juga yang jadi semakin bingung dengan banyaknya ilmu yang didapat dari berbagai sumber yang punya pendapat yang berbeda. Hehehe… 

Read more: Sulitnya Mengasuh Anak

Rahasia Keluargaku

Hampir disetiap wawancara saya dengan media, terselip pertanyaan "Apa sih mbak rahasia kebahagiaan keluarganya?". Nggak jarang saya juga bingung sih jawabnya. Karena berkeluarga itu kan nggak ada manual book-nya ya... Tapi saya penasaran juga sama pertanyaan itu. Nah, dalam rangka ikut memeriahkan hari keluarga nasional tanggal 29 Mei ini, coba saya tuangkan apa yang selama ini kami sekeluarga alami dalam bentuk tulisan.  Mungkin membantu saya juga untuk lebih memahami, apa sih sebenarnya yang terjadi di keluarga kami dalam menjalin hubungan satu sama lain?

Seringkali orang yang sukses dalam karir tapi keluarganya 'berantakan' tetap dianggap nggak sukses dalam hidup. Kebalikannya, yang karirnya biasa-biasa aja tapi punya keluarga yang bahagia justru lebih adem dilihatnya. Ya memang merawat keharmonisan dalam keluarga bukan sesuatu yang mudah. Dan menurut saya, kesuksesan dalam kamus saya adalah sukses merawat keluarga. Termasuk merawat hubungan dengan suami dan anak-anak.

Read more: Rahasia Keluargaku

You are here: Home Parenting