parenting

Manfaat Bermain Slime

Sejak kurang lebih dua tahun yang lalu, muncul permainan baru yang populer dikalangan anak-anak. Hampir semua anak, terutama anak perempuan bermain slime. Mungkin slime jadi salah satu mainan yang digemari karena bentuknya yang kenyal dan menggemaskan, dengan beragam variasi warna yang bikin penasaran untuk dikoleksi. Sementara kita, orangtua, berpikir bahwa slime hanyalah permainan bertekstur lengket yang cara bermainnya hanya ditusuk-tusuk dengan jari dan menghasilkan sensasi gemas dan dingin. Duh, nggak penting banget sih permainan kayak begitu. 

Read more: Manfaat Bermain Slime

Anak dan Media Sosial

Sekitar tujuh tahun yang lalu, itu adalah pertama kali saya membuatkan akun media sosial untuk anak saya. Saat itu, Facebook sedang lucu-lucunya. Masa-masa berkirim stiker lucu dan pesan singkat yang menggemaskan. Nggak ada berita hoax, ujaran kebencian, gambar, bahkan video yang mengerikan seperti sekarang. Jadi, walaupun facebook sudah menentukan 13 adalah minimal usia dalam menggunakan Facebook, saya merasa aman-aman aja membuatkan akun media sosial untuk Mima yang saat itu masih berusia 7 atau 8 tahun. Disaat media sosial sudah seperti sekarang ini, saya betul-betul menyesali langkah ceroboh yang pernah saya lakukan dulu.

Read more: Anak dan Media Sosial

Deg-Degan Dipanggil Guru

Beberapa minggu yang lalu, salah satu dari tiga anak saya dipanggil guru karena ulahnya di sekolah. Duh, deg-degan banget rasanya memang ya saat Si Kecil berkonflik dengan temannya di sekolah. Anak dan konflik memang tak dapat dihindari, sebaik apapun kita membesarkan anak kita. Justru dalam konflik itulah sebenarnya anak belajar berinteraksi dengan sesama. Belajar melihat sebab-akibat yang terjadi atas perilakunya. Jadi walau deg-degan, saya berusaha tetap rasional agar kejadian seperti ini bisa kami pergunakan sebagai situasi belajar bersama. 

Read more: Deg-Degan Dipanggil Guru

Zaman Narsis

Semenjak sosial media hadir, tugas kita sebagai mahluk sosial seolah bertambah. Narsis sepertinya menjadi salah satu menu teratas dan seringkali menjadi prioritas dalam kegiatan sehari-hari. Kebutuhan narsis membuat kita semakin sibuk. Sibuk memilih pakaian, makanan, restoran, dan kegiatan yang indah dilihat lewat postingan-postingan kita di media sosial. 

Read more: Zaman Narsis

You are here: Home Parenting