parenting

Anakku Nakal

Dulu sering gemes dan ngerasa capek terus gara-gara ngerasa punya anak yang nakal. Rewel, nggak bisa diem, nggak bisa diatur, aduuuuh tiap hari bikin kepala pusing. Rasanya nggak sanggup menahan amarah akibat kelakuan anak-anak. Tapi pikir-pikir kalau setiap hari harus ngerasa begini, lama-lama bisa stroke. Karena fenomena “kenakalan” bisa dibilang fenomena yang tak terpisahkan dari perjalanan hidup kita juga pada saat kita menjadi anak-anak. Tapi kok ya ketika kita menghadapi anak-anak dengan kenakalannya, kita nggak juga faham kenapa mereka melakukan itu, padahal kita pernah ada dimasa anak-anak dengan segala kenakalannya.

Read more: Anakku Nakal

Bimbing anak belajar menguasai hal baru

Hai… Apa kabar anak-anak dirumah? Semakin bertumbuh besar pasti semakin seru. Karena itu jadi orang tua itu memang perlu terus belajar. Karena membimbing anak-anak yang semakin bertumbuh dan berkembang selalu butuh ilmu baru lagi. Mangasuh bayi kecil pasti beda dengan mengasuh anak balita. Mengasuh anak balita pasti beda juga dengan anak yang masuk usia SD. Dan beda lagi tantangannya dengan mendampingi anak-anak yang mulai masuk ke dunia remaja. Ya, seumur hidup memang kita dituntut untuk terus belajar supaya bisa terus menyesuaikan diri dengan kondisi terbaru. Nggak tentang mengasuh anak saja sebetulnya, tapi juga untuk bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada disekitar kita.

Read more: Bimbing anak belajar menguasai hal baru

Kenapa anakku nakal?

Jadi orang tua memang momen paling tepat untuk mulai belajar sabar. Kalau nggak mulai belajar sabar, pasti frustasi menghadapi anak-anak dengan segala keunikannya. Ditengah rasa frustasi, biasanya orang tua sering merasa anaknya nakal, nggak bisa diam, hiperaktif, atau overaktif. Bahkan banyak juga orang tua yang menganggap anaknya perusak yang suka membongkar mainan atau barang-barang dirumah.

Melihat fenomena itu, selain dituntut belajar bersabar, kita sebagai orang tua nampaknya perlu untuk mulai melihat orang lain dari sudut pandang positif. Mulai belajar percaya bahwa tiap manusia diciptakan dari sesuatu yang baik dan selalu punya misi hidup yang baik. Seperti kita percaya bahwa Tuhan itu baik dan manusia berasal dari-NYA. 

Read more: Kenapa anakku nakal?

Saatnya liburan!

 

Musim liburan tiba... Anak-anak pasti semangat deh akhirnya ada masa rehat setelah 1 semester hampir setiap hari bergelut dengan aktivitas belajar yang padat merayap. Yah, semua aktivitas, apalagi yang isinya adalah tanggung jawab, kalau dilakukan terus menerus pasti bikin jenuh yah. Biasanya masa liburan kayak gini dipergunakan orang tua juga untuk ikutan cuti dan pergi liburan bareng anak-anak. Walaupun terkesan pemborosan, tapi sebenarnya liburan itu vitamin jiwa lho. Karena setelah liburan biasanya kita kembali dengan jiwa yang lebih semangat untuk menjalankan rutinitas harian kita. Persis kayak habis minum vitamin.

Musim liburan panjang seperti ini nggak jarang dipergunakan orang tua untuk liburan lebih lama dari biasanya. Pergi ke luar kota bahkan luar negeri, atau ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Liburan sebenarnya nggak perlu mahal sih, asal isinya mencoba aktivitas baru, pasti anak-anak semangat deh. Selain menyegarkan karena betul-betul keluar dari rutinitas harian, juga bisa menambah wawasan anak-anak.

Read more: Saatnya liburan!

You are here: Home Parenting