parenting

Belajar Jadi Kakak

Saat si kecil yang masih berusia balita akhirnya memiliki adik, otomatis statusnya pun berubah menjadi seorang kakak. Wajar saja apabila kita sebgai orang tua membayangkan si kakak yang menyayangi adiknya, dan ikut bertanggung jawab untuk menjaga si adik. Tapi  nampaknya apabila kita menaruh harapan yang terlalu tinggi kepada si balita yang baru saja jadi kakak, kita hanya akan mendapatkan kecewa. Karena biasanya kenyataan jauh dari harapan. 

Read more: Belajar Jadi Kakak

Ajari Anak Menerima Kekalahan

Rasanya hampir semua orang tua yang punya anak balita pernah merasakan resah saat melihat si kecil menangis bahkan mengamuk karena kalah saat bermain atau berlomba. Saat hal ini terjadi, pasti selintas ada kekhawatiran. Karena walaupun tentunya tiap orang tua ingin punya anak yang unggul, tapi pasti deg-degan juga ya apabila sampai besar anak kita selalu frustasi kalau mengalami kekalahan. Pasti tiap orang tua juga ingin anaknya bisa belajar menerima kekalahan. 

Read more: Ajari Anak Menerima Kekalahan

Belajar Banyak Saat Antri

Rasanya hampir disetiap momen liburan, saya selalu mengajak anak-anak ke taman bermain anak. Kebetulan saat liburan kemarin, taman bermainnya cukup besar dan ramai. Untungnya saya sudah memegang tiket masuknya lebih dahulu, sehingga nggak perlu mengantri untuk membeli tiket masuk. Wah, saat itu masih pagi saja antrian masuknya sudah panjaaaaang sekali. Eh ternyata, dengan ini saja saya belum bisa merasa lega. Karena ternyata didalam, kami harus mengantri sampai lebih dari satu jam untuk tiap wahana permaianan yang populer. Rasanya deg-degan, takut anak-anak jadi cranky karena harus mengantri selama itu. 

Read more: Belajar Banyak Saat Antri

Disiplin Tanpa Drama

Setiap orang tua pasti ingin mengajarkan kedisiplinan pada anaknya. Tapi diantara pelajaran disiplin biasanya pasti terselip drama. Orang tua yang stress karena mendengar anak nangis nggak berhenti-berhenti, orang tua yang galau karena anaknya merengek terus, orang tua yang kesal karena anak susah diatur, dan banyaaaaak drama lainnya. Marah, ngomel, memaki, bahkan sampai mencubit dan memukul anak tak jarang menghiasi episode-episode drama dalam rangka mengajarkan kedisiplinan pada anak. Sebenarnya niatnya sih baik, mengajarkan kedisiplinan pada anak, tapi perilaku kita malah membuat anak belajar marah, memaki bahkan memukul untuk mengekspresikan ketidaksetujuannya pada orang lain. 

Read more: Disiplin Tanpa Drama

You are here: Home Parenting